Minggu, 17 Oktober 2021
26 C
Surabaya
More
    Pojok TransparansiPotret Pernikahan pada PPKM Level 1
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Potret Pernikahan pada PPKM Level 1

     

    Pasangan Ammar dan Aliyah (kiri atas) pasangan Izzud dan Miftah dan suasana mengiringi pengantin pria

    Perkembangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) semakin membaik dan melandai, angka kasus terinfeksi positif terus turun bahkan mencapai angka pasien 0.

    Sebagai pembanding, ketika PPKM Level 4 sudah mulai turun dan zona oranye sudah mulai ditinggalkan, awal Minggu pertama bulan September 2021, akad nikah dan pesta pernikahan sudah mulai digelar dengan protokol kesehatan. Sebagaimana dilakukan pasangan Izzud dan Miftah.

    Pasangan bernama lengkap Ahmad Izzuddin Nurullah dan Miftahul Jannah, melaksanakan pernikahan pada suasana PPKM pada tanggal 30 Juli 2021 di Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang, desa tempat Cafe Desa dan Bukit Nirwana destinasi wisata masa kini. Acara berlangsung Prokes, sederhana dan hanya menggelar acara secara sederhana

    Ketika PPKM mulai masuk Level 3 dan 2, pada 10-12 September 2021, menggelar acara resepsi dengan suasana juga sederhana dan Prokes. Dengan penuh kehati-hatian. Di Malang dan Sidoarjo.

    Sabtu (2/10/2021), di Surabaya ada acara pernikahan di Ballroom Golden City Surabaya. Suasana tetap Prokes tetapi lebih cair dan mendekati suasana kehidupan normal baru.

    Acara akad nikah Ammar bin Awod Maretan dengan Aliyah binti Ahmad Taufiq, dihadiri sekaligus sebagai saksi KH Miftachur Akhyar, Ketua Umum MUI, dan tausiah juga Ketua MUI bidang pendidikan, KH Abdullah Al-Jaidi , suasana penuh hikmad dan meriah.

    Potret pernikahan pada masa PPKM Level 4 hingga sudah meninggalkan Level 4 bahkan sudah memasuki Level 1, suasana nampak sudah memasuki masa transisi dari Pandemi Covid-19 ke endemi.

    Suasana endemi ialah virus Corona sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat, sehingga membutuhkan penanganan secara khusus.

    Dalam epidemiologi, infeksi dikatakan endemi (dari bahasa Yunani ἐν en “di, dalam” and δῆμος demos “penduduk”) dalam suatu populasi ketika infeksi itu terus-menerus dipertahankan pada tingkat dasar di wilayah geografis tanpa masukan eksternal.

    Kembali ke masalah pernikahan, jika sudah melalui masa transisi maka kehidupan normal baru akan segera terwujud dengan Prokes ketat dan disiplin tinggi.

    Jika potret pernikahan sudah kembali normal dalam kehidupan baru, harapan sesuai pertimbangan undang undang Tentang Pernikahan akan mewujudkan;

    Dimana bahwa negara menjamin hak warga negara untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah, menjamin hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

    Potret pernikahan akan menjadi salah satu, pemicu kebangkitan pelaku usaha terutama UMKM. Bahkan tidak berlebihan akan menjadi salah satu semangat memulihkan ekonomi lokal dan nasional.

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan