Rabu, 27 Oktober 2021
31 C
Surabaya
More
    OlahragaWushu Jatim Sumbang 3 Medali di Hari Pertama

    Wushu Jatim Sumbang 3 Medali di Hari Pertama

    MERAUKE (WartaTransparansi.com) – Cabang olahraga Wushu menambah pundi-pundi medali untuk Jawa Timur di PON XX Papua 2021. Pertandingan hari pertama, Rabu (29/9/2021), nomor taulo meraih 1 medali perak dan 2 perunggu

    Medali perak Jatim ditorehkan Seraf Nano Siregar di nomor taulo chang quan putra. Masih di nomor sama, atlet Jatim lainnya Muhammad Daffa Golden Boy meraih medali perunggu. Satu lagi medali perunggu disumbangkan Natalie Chrieselda Tanasa di nomor taulo chang quan putri.

    Di nomor chang quan putra, dua atlet Jatim dipaksa mengakui keunggulan wakil DKI Jakarta yang juga penghuni Pelatnas Edgar Xavier Marvelo. Dia mengumpulkan 9,72 poin. Posisi kedu ditempati Seraf Nano Siregar dengan nilai 9,69. Kemudian Muhammad Daffa Golden Boy mengumpulkan nilai 9,67.

    Baca juga :  Lapangan Latihan dan Gizi Pemain Harus Diprioritaskan

    Selanjutnya di nomor putri, atlet DKI Jakarta Nandira Mauriskha yang mengumpulkan nilai 9,70. Diikuti atlet asal Jawa Barat Zoura Nebulani mengumpulkan nilai 9,67. Lalu atlet Jatim Natalie Chrieselda Tanasa di posisi ketiga dengan nilai 9,65.

    Kendati demikian, Jatim masih memiliki kans untuk meraih medali emas. Yakni di nomor taiji jian + taiji quan putra dan putri yang berlangsung dua hari.

    Pada pertandingan pertama, taiji jian putra atlet Jatim Bobbie Valentinus Gunawan tampil dengan nilai tertinggi 9,70. Lalu Nico Valentinus Gunawan meraih poin 9,43. Sedangkan di nomor putri ada nama Alisya Mellynar yang meraih poin tertinggi dengan nilai 9,67.

    Kemudian di nomor nanquan + nan dao Putra, atlet Jatim William Ajinata memiliki kans meraih emas. Setelah di nomor nanquan berhasil meraih nilai tertinggi 9,68.

    Baca juga :  Persebaya Krisis Pemain Lawan Persija

    “Untuk hari ini sudah sesuai ekspetasi. Mereka sudah main yang terbaik. Cuma tadi Nico dingin semua badannya (gugup) karena menunggu lama banget hampir satu jam di dalam. Jadi dia kaku. Kami harap besok dia bisa lebih baik,” ujar Pelatih Wushu Sherly Hoediono usai pertandingan di GOR Futsal Haid Sai, Dispora, Merauke.

    Penyebab Nico dingin, pengamatan WartaTransparansi, memang tak lepas dari kendala yang kerap terjadi di dalam gedung. Yakni kurang siapnya petugas IT sehingga semua sehingga membuat komputer kerap error. Dampaknya, selain memperlambat pengumpulan dan penghitungan poin, Nico pun harus berdiri lama, hampir satu jam menunggu giliran untuk tampil.

    Sherly sendiri tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya, meski perolehan medali di hari pertama belum memuaskan.

    Baca juga :  Malam Ini, Timnas Bentrok Lawan Australia di Kualifikasi Piala Asia U-23

    “Hasil hari ini sesuai target. Ada yang di luar ekspetasi si William. Kalau Felda, saya nggak bisa ngomong karena sebenarnya bisa tapi nggak tau kenapa. Cuma Felda masih ada nomor golok toya masih punya peluang. Jadi, besok masih ada beberapa nomor dilombakan. Untuk final taiji, semoga bisa emas. Mohon doanya,” ujar Sherly. **

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan