Selasa, 19 Oktober 2021
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaWali Kota Eri Jawab PPKM Level 4 dengan Sejumlah Langkah Preventif

    Wali Kota Eri Jawab PPKM Level 4 dengan Sejumlah Langkah Preventif

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali yang kini disebut PPKM level 4, diperpanjang pemerintah hingga 25 Juli, dan dilonggarkan 26 Juli, jika terjadi penurunan kasus Covid-19 (C19).

    Menyikapi kebijakan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak seluruh warganya untuk tetap memperketat protokol kesehatan (prokes) di mana pun berada.

    “Saya berharap betul kepada warga Surabaya. Ayo dalam seminggu ini kita berjibaku supaya minggu depan ini bisa turun, sehingga bisa dilakukan relaksasi. Saya sudah sampaikan kepada jajaran pemkot untuk turun dan melakukan pengecekan terus menerus,” kata Eri di Balai Kota Surabaya, Rabu (21/7/2021).

    Selain itu, ia telah mengambil sejumlah langkah demi memutus penyebaran wabah dunia tersebut. Di antaranya, menyiapkan tempat isolasi mandiri (isoman) di setiap kelurahan yang tersebar se-Surabaya.

    Baca juga :  Tersisa 4 Kabupaten/Kota Level 2, Selebihnya Level 1

    Tempat isoman itu, diperuntukkan bagi pasien tanpa gejala atau gejala ringan. Terutama bagi warga yang lokasi rumahnya tidak memungkinkan digunakan sebagai tempat isolasi mandiri.



    “Semua kelurahan yang terdiri dari 154 itu, kita sudah siapkan tempat isoman. Ini untuk memutus penyebaran Covid-29, khususnya klaster keluarga. Agar pasien tidak menularkan kepada anggota keluarga lainnya,” urainya.

    Untuk lokasinya, Eri mengaku telah menggunakan berbagai tempat publik sebagai tempat isolasi. Salah satunya yaitu sekolah.

    Menurutnya, pemilihan lokasi sekolah itu, penting dilakukan sebab bangunnannya sudah jadi per ruangan dan juga fasilitas toilet juga sudah tersedia.

    “Di setiap ruangannya juga sudah ada ventilasi maupun AC nya. Sementara ini kita kirim 30 bed per kelurahan, tapi kita lihat dan pantau lagi berapa jumlah kasus di setiap kelurahan, kita sesuaikan,” lanjutnya.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah Bagi-Bagi Ratusan Paket Sembako 

    Langkah berikutnya adalah, Pemkot Surabaya juga tengah menyiapkan dua lokasi Rumah Sakit (RS) Darurat yakni GOR Indoor kompleks Gelora Bung Tomo (GBT) dan Lapangan Kalibokor.

    Rencananya, RS Darurat itu akan segera beroperasi pada akhir pekan ini. “Hari ini sudah siap tempatnya semua, mudah-mudahan Jumat sudah beroperasi. Sehingga tidak ada lagi warga Surabaya yang isoman. Kalau rumahnya tidak memenuhi syarat untuk isoman,” papar dia.

    Tidak berhenti sampai di situ, untuk menekan laju penyebaran C19, Eri juga terus memasifkan testing dan tracing. Bahkan, ia memastikan sudah mendistribusikan sebanyak 40 ribu swab antigen yang dibagi kepada 63 puskesmas se-Surabaya.

    “Tiap puskesmas dikirim oleh Dinas Kesehatan rata-rata 2-4 ribu. Nah bagi masyarakat yang merasa menjadi kontak erat atau mengalami gejala silahkan swab. Pada saat hasilnya positif langsung isolasi ya, tetapi apabila negatif cukup kami info tidak diberikan hasilnya,” paparnya.

    Baca juga :  Sekretaris DPD Golkar Jatim Sahat: Dewan Juri Harus Obyektif

    Terakhir, dalam sehari Eri memastikan telah menerjunkan petugas tracing dari berbagai Perangkat Daerah (PD). Bahkan, dia menyebut tidak ada lagi keterlambatan tracing untuk menemukan kontak erat pasien C19.

    Dia menegaskan, apabila ditemukan satu kasus pasien terkonfirmasi, maka sebanyak-banyaknya menemukan kontak erat.

    “Jadi, per hari tracingnya harus sudah selesai, supaya tidak ada keterlambatan. Kalau ternyata dari kontak erat itu hasilnya positif, maka kita lakukan tracing lagi pada kontak erat orang itu, begitu seterusnya.  Ini tujuannya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan