Selasa, 19 Oktober 2021
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaTGC Kewalahan Tangani Situasi Bahaya, Alasan Surabaya Buka Puskesmas 24 Jam  

    TGC Kewalahan Tangani Situasi Bahaya, Alasan Surabaya Buka Puskesmas 24 Jam  

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Memastikan bahwa semua puskesmas di Surabaya buka nonstop 24 jam. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Febria Rachmanita beserta beberapa Kepala Perangkat Daerah (PD), meninjau pelayanan kesehatan masyarakat (PKM) di sejumlah puskesmas di Surabaya, Senin malam.

    Salah satu puskesmas yang didatangi adalah Puskesmas Manukan Kulon, Kecamatan Tandes. Ia melihat beberapa warga memanfaatkan pelayanan puskemas pada malam hari itu. Ia menegaskan bahwa puskesmas di Surabaya sudah siap membuka pelayanan 24 jam nonstop.

    “Nanti setiap puskesmas disiapkan petugas kelurahan/kecamatan dan Satpol PP, sehingga apabila sewaktu-waktu warga membutuhkan pertolongan medis maupun penjemputan pasien hingga jenazah, bisa langsung dibantu. Ini harus ditangani secara bersama-sama. Kita maksimalkan untuk menyelematkan warga Surabaya,” kata Eri.

    Baca juga :  Tersisa 4 Kabupaten/Kota Level 2, Selebihnya Level 1

    Kadinkes Febria memastikan, puskesmas di seluruh wilayah Kota Surabaya sudah siap untuk melayani warga yang ingin berobat hingga 24 jam. Oleh sebab itu, pihaknya saat ini akan membagi jadwal jaga dengan tiga shift, namun untuk saat ini masih diberlakukan dua shift.

    “Insya Allah sudah siap. Rencananya kita akan bagi menjadi 3 shift, tapi untuk saat ini karena kita masih kekurangan tenaga kesehatan, jadi 2 shift dulu,” ujar Febria, Selasa (13/7/2021)

    Dijelaskan, beroperasinya puskesmas hingga 24 jam ini dikarenakan saat ini Tim Gerak Cepat (TGC) kewalahan untuk menangani situasi emergensi (bahaya) . Sehingga, puskesmas dioperasikan sebagai titik TGC yang berada di wiliyah kerja puskesmas tersebut.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah Bagi-Bagi Ratusan Paket Sembako 

    “Kita lihat kondisinya TGC sudah kewalahan, akhirnya semua puskesmas menjadi titik TGC yang berada di wilayah tersebut,” jelasnya.

    Febria mengatakan, layanan yang dibuka saat jam operasional malam hari hanya poli umum dan pelayanan darurat, karena tidak memungkinkan untuk membuka layanan lainnya.

    “Pelayanan yang dibuka hanya poli umum dan kondisi gawat darurat karena tidak memungkinkan malam hari melakukan selain hal-hal darurat,” katanya.

    Dia menceritakan, saat melakukan peninjauan, ada warga yang datang ke puskesmas untuk melaporkan bahwa di rumahnya ada anggota keluarganya yang mengalami penurunan saturasi oksigen. Pihak puskesmas langsung bergerak cepat untuk menjemput anggota keluarga tersebut.

    “Teman-teman puskesmas menggunakan ambulans langsung menjemput anggota keluarganya, kemudian akan dirujuk ke RS Lapangan Tembak,” tuturnya.

    Baca juga :  Alumni ITB Bantu Ventilator dan Beasiswa Bagi Anak Terdampak Covid-19

    Dia menambahkan, masyarakat juga dapat mengurus surat kematian, baik itu saat malam hari ataupun pagi harinya.

    Sesuai dengan instruksi Wali Kota Surabaya, lanjutnya, bila ada warga yang meninggal harus segera dievakuasi dan dibawa ke pemulasaraan jenazah di Keputih.

    “Warga bisa datang ke sini mengurus surat kematian, baik itu saat malam hari ataupun keesokan paginya, untuk pengambilan jenazah nanti dari Dinas Sosial,” ujar Febria. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan