Dengan begitu, Bank Dunia hanya memberikan izin pembangunan infrastruktur huntap, sanitasi dan pembangunan huntap di luar area enclave.
“Itulah kenapa kami memerlukan dukungan salah satunya dari Kementerian ATR/BPN demi percepatan ini,” tegas Arie.
Sebagai informasi, bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pada 2018 lalu memunculkan beberapa zona merah yang rawan akan bencana sehingga pembangunan urung dilakukan di beberapa titik zona merah tersebut. Saat ini, perkembangan pembangunan sudah berlangsung pada beberapa aspek, mulai dari pembangunan sumber air, memperbaiki kondisi pantai seperti pembangunan tanggul laut pengaman pantai Teluk Palu, pengendalian sedimen kontrol Sungai Poi serta perbaikan beberapa ruas jalan.
Masalah Kemiskinan
Selain masalah pascabencana 2018, angka kemiskinan Sulawesi Tengah juga menjadi tugas utama Gubernur dan Wagub Sulteng ke depan.
Berdasarkan data BPS Sulteng, jumlah penduduk miskin di tahun 2020 (September), di angka 403,74 ribu orang atau 13,06 persen. Ada penambahan 5 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2020 di angka 398,73 ribu orang atau 12,92 persen.
Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2020 sebesar 8,76 persen, naik menjadi 9,21 persen pada September 2020. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2020 sebesar 14,69 persen naik menjadi 14,76 persen pada September 2020.
Sementara data jumlah penduduk miskin kab/kota di Sulteng pada Maret 2020, Parigi Moutong menempati urutan teratas. Totalnya 78.760 jiwa. Kab. Donggala menempati urutan ke dua dengan total 53.170 jiwa, disusul Kab. Poso 40.200 jiwa, Kab. Tolitoli 30.510 jiwa, Kab. Sigi 30.000 jiwa, Kab. Banggai 28.160 jiwa, Kota Palu 26.890 jiwa, Tojo Una-una 25.430 jiwa. Kab. Buol 22.930 jiwa, Morowali Utara 18.380 jiwa, Banggai Kepulauan 16.700 jiwa, Morowali 16.500 jiwa, dan Banggai Laut 11.090 jiwa.
Sedangkan jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan selama periode Maret 2020-September 2020, mengalami kenaikan sebanyak 6,7 ribu orang. Yakni, dari 80.730 orang pada Maret 2020 menjadi 87.430 orang pada September 2020.
Untuk daerah perdesaan turun 1.700 orang, yakni dari 318 ribu pada Maret 2020 menjadi 316.310 orang pada September 2020.
Masalah Covid-19
Pandemi Covid-19 juga menjadi atensi Gubernur-Wagub Sulteng. Saat ini, data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng menyebutkan, pandemi Covid menyebar di 13 kab/kota.
Data per tanggal 16 Juni 2021, (lihat tabel) total konfirmasi di 13 kab/kota tersebut berada di angka 13.098 orang. Dari jumlah tersebut, kasus meninggal dunia sebanyak 382 orang. ***