“Ini suatu kebanggaan bagi Provinsi Jatim sebagai pabrik asli Jatim yang sudah berusia 40 tahun. Pabrik ini mampu memproduksi speaker produk elektronika yang menguasai pasar internasional,” katanya.
Dirinya menjelaskan, Pemprov Jatim pernah bekerja sama dengan SBE mendampingi ITS dalam menyempurnakan prototype ventilator emergency. Produknya disebut emergency ventilator ITS yang sekarang dikerjasamakan dengan Unair.
Bahkan saat ini, lanjut Emil, SBE mengembangkan satu prototype lagi yang diharapkan bisa dikerjasamakan untuk uji klinisnya.
Terkait ketenagakerjaan, mantan Bupati Trenggalek itu menilai, di tengah pandemi Covid-19, SBE telah mempertahankan tenaga kerjanya. Sehingga, kondisi tersebut telah memunculkan harapan besar terhadap industri otomotif lokal menyerap produk speaker dari SBE.
Apalagi saat ini, sebut Emil, kapasitas mereka baru 60 %. Sehingga, masih ada ruang untuk meningkatkan kapasitasnya.
“Jika kapasitasnya ditingkatkan, harapannya akan lebih banyak lagi menyerap tenaga kerja,” harapnya. (*)





