Selasa, 22 Juni 2021
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoSatgas COVID-19 Ancam Karantina 5 Hari Bagi Pemudik di Mojokerto

    Satgas COVID-19 Ancam Karantina 5 Hari Bagi Pemudik di Mojokerto

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mojokerto menyiapkan tempat karantina bagi warga yang nekat mudik di 236 desa yang menyebar di wilayah hukum Polres Mojokerto. Upaya ini diaksudkan agar warga yang berencana mudik pada liburan Idul Fitri 1442 H tahan ini, membatalkan niatnya dan mematuhi kebijakan larangan mudik lebaran yang dikeluarkan pemerintah pusat.

    Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, tempat karantina bagi warga yang nekat mudik sudah disiapkan di setiap desa. Yakni memanfaatkan ruangan isolasi dalam program Kampung Tangguh Semeru. Terdapat 236 desa di wilayah hukumnya yang mencakup 14 kecamatan. Pemudik akan dikarantina selama 5 hari. Dan pemudik hanya dibebani biaya makan dan minum. Sementara pemeriksaan COVID-19 bagi para pemudik bakal ditanggung pemerintah.

    “Hanya makan dan minum yang dibebankan kepada pemudik yang dikarantina 5×24 jam. Untuk lainnya akan ditanggung pemerintah, misalnya tes rapid antigen dan pengamatan kondisi kesehatan,” kata Dony di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Kamis (22/4/2021).

    Dony menjelaskan ada dua cara yang akan digunakan untuk mengantisipasi pemudik masuk ke Mojokerto. Cara pertama adalah dengan membuat titik pemeriksaaan (check point) di jalur-jalur yang rawan menjadi akses masuk pemudik ke Bumi Majapahit.

    Titik pemeriksaan direncanakan di Trowulan, Ngoro dan Trawas. Namun, lokasi check point akan dibahas kembali dalam rakor di kantor Bupati Mojokerto besok, Jumat (23/4). Karena adanya Addendum SE Satgas COVID-19 nomor 13 tahun 2021 tentang Penindaan Mudik Lebaran dan Pengendalian Penyebaran COVID-19 selama Ramadhan.
    SE tersebut mengharuskan Satgas Penanganan COVID-19 di setiap daerah melakukan pengetatan mobilitas penduduk menjelang larangan mudik 22 April-5 Mei dan pasca larangan mudik 18-24 Mei. Larangan mudik sendiri berlaku 6-17 Mei. “Besok detilnya titik-titik check point akan kami sepakati bersama karena adanya adendum dari satgas COVID-19,” tegas Dony.
    Cara kedua yaitu dengan mengandalkan tiga pilar desa yang terdiri dari Bhabinkamtibmas, Babinsa dan kepala desa. Tiga pilar desa diminta memburu pemudik yang lolos dari titik pemeriksaan. “Tiga pilar desa menjadi ujung tombak untuk mencari kembali apabila ada yang terlewatkan dari check point yang sudah kami tentukan,” jelas Dony.

    Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menuturkan, tempat karantina para pemudik disiapkan di setiap desa. Yaitu di 299 desa dan 5 kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan. “Akan kami buat aturan lebih rinci manakala tempat isolasi di desa tidak mencukupi, bisa kami alihkan ke sekitarnya. Khusus pemudik yang dalam tesnya negatif, bisa isolasi di masing-masing desa. Kalau ada yang positif, kami siapkan isolasi di puskesmas,”jelasnya.
    Karantina 5 hari, juga berlaku bagi para pemudik yang sudah divaksin COVID-19. Setiap pemudik yang dikarantina hanya dibebani biaya makan, minum dan perawat yang berjaga.
    “Cuma biaya untuk mamin dan penjaganya. Karena karantina harus dijaga perawat untuk memonitor kondisi kesehatan yang dikarantina,”tukas Ikfina. (gia)

    Reporter : Gatot Sugianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan