Sabtu, 15 Mei 2021
29 C
Surabaya
More
    TajukGempa Malang Manusia Wajib Tetap Syukur dan Sabar

    Gempa Malang Manusia Wajib Tetap Syukur dan Sabar

    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Belum selesai musibah bencana Badai Tropis Siklon Seroja di NTT dan NTB, belum melandai pula Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Kini Jawa Timur menerima ujian gempa berkuatan 6,7 magnitudo.

    Sabtu siang (10/4/2021), sekitar pukul 14:00, gempa
    bermagnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur, menguncang wilayah Jawa dan Jawa Timur

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pusat gempa berada di 90 kilometer barat daya Kabupaten Malang. Titik koordinat gempa berada di 8,95 Lintang Selatan dan 112,48 Bujur Timur.

    Pusat gempa yang berada di lepas pantai memiliki kedalaman 25 kilometer.
    Menurut BMKG, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
    Beberapa daerah sudah melaporkan korban meninggal dan kerusakan atau bencana yang timbul akibat gempa.

    Baca juga :  Allahu Akbar! (Lagi) Menjaga Kesucian Idul Fitri Masa Pandemi

    Gempa Malang hampir sama dengan gempa Situbondo 2018, 3 tahun silam.
    Gempa bumi Situbondo berkuatan 7,3 Mw menguncang Jawa dan Bali pada 11 Oktober 2018, pukul 01:44. Pusat gempa di laut berjarak 61 km dari timur laut Situbondo.

    Menghadapi berbagai musibah dan bencana, maka bersikap tetap bersyukur dan sabar, akan memudahkan mengatasi semua persoalan dengan baik.

    Mengingat bahwa Allah SWT akan memilih memberikan petunjuk, pertolongan dan menambah kenikmatan bagi hamba-Nya yang mau bersyukur juga tetap bersabar ketika menghadapi bencana dan musibah.

    Dalam menghadapi gempa dengan syukur dan sabar, serta tidak kalah penting menyerahkan sepenuhnya takdir kepada Allah SWT, dan berbagai usaha maupun ikhtiar dengan memperkuat keimanan.

    Baca juga :  PPKM Mikro Diperpanjang, Covid-19 Mengancam, Warga Wajib Sadar

    Sebagaimana Allah berfirman pada ayat terakhir surat Al-Baqarah bahwa;
    “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

    Percayalah! InsyaAllah musibah dan bencana juga wabah masa pandemi Covid-19 merupakan bagian dari ujian, dan peringatan. Supaya manusia tetap waspada dan berhati-hati dalam menjaga bumi dan seisinya. (*)

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan