Senin, 12 April 2021
26 C
Surabaya
More
    NasionalFatwa MUI, Vaksinasi Tidak Membatalkan Puasa

    Fatwa MUI, Vaksinasi Tidak Membatalkan Puasa

    (WartaTransparansi.com) – Upaya di dalam menangani pandemi -19 terus berlanjut. Kampanye pemberian vaksinasi pun gencar dilakukan untuk mengajak masyarakat mewujudkan kekebalan komunitas secara bersama-sama.

    Namun, mendekati Bulan mulai terdapat kekhawatiran dan pertanyaan masyarakat seputar kebolehan penggunaan ketika berpuasa.

    Menyikapi kekhawatiran masyarakat tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Saat Berpuasa pada 16 Maret 2021.

    Di dalamnya disebutkan bahwa hukum melakukan vaksinasi bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuskular adalah boleh sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dharar).

    “Fatwa MUI sudah keluar, vaksinasi di bulan itu tidak membatalkan puasa,” ucap Wapres Ma’ruf Amin dalam keterangan persnya seusai melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis kedua, di Kediaman Resmi Wapres, Jakarta, dikitip Jumat (19/03/2021).

    Baca juga :  Ketum PWI Pusat Sambut Baik Webinar Pemanfaatan FABA untuk Pembangunan Ekonomi

    Ma’ruf menjelaskan, alasan vaksin tidak membatalkan puasa di bulan Ramadan karena proses injeksi tidak dilakukan melalui lubang yang tersedia pada tubuh manusia, seperti hidung, mulut, telinga, namun melalui lengan sehingga diperbolehkan.

    “Kalau yang membatalkan itu yang masuk dari hidung, mulut, telinga, atau lubang yang lain. Tapi karena vaksin ini disuntik bukan dari lubang itu, maka itu tidak membatalkan puasa,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat walaupun sudah melaksanakan vaksinasi. Vaksinasi bukan jaminan seseorang akan kebal dari Covid-19, sehingga masyarakat tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan.

    “Walaupun sudah divaksin, ada saja yang bisa tertular. Jadi, kita tetap harus menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dan juga mematuhi aturan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), dan vaksinasi. Semua untuk kemaslahatan kita, kebaikan kita,” tegasnya.

    Baca juga :  Penetapan Awal Ramadan 1442 H Digelar 12 April

    Wapres juga mengajak masyarakat untuk mengikuti vaksinasi sebagai upaya mendukung di dalam mewujudkan kekebalan komunal atau herd immunity.

    “Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti vaksinasi, karena ini bukti untuk kita supaya terjadi kekebalan komunitas masyarakat, menjaga dari pengaruh penyebaran Covid-19,” ajaknya.

    Sedangkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa penggunaan vaksin teruji aman dibuktikan dengan keadaan Wapres yang baik dan sehat pasca vaksinasi.

    “Saya datang ke sini untuk memastikan bahwa senior kita, apalagi yang jabatannya paling tinggi aman-aman saja. Mudah-mudahan ini bisa memberikan keyakinan kepada teman-teman sekalian bahwa vaksinasi ini aman,” tutur Budi Gunadi.

    Menkes juga menegaskan bahwa kekebalan tubuh manusia terhadap virus terbentuk 28 hari setelah tahapan vaksinasi kedua, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak langsung merasa aman dan melakukan perjalanan jarak jauh.

    Baca juga :  Presiden Ajak LDII Tingkatkan Toleransi

    “Kekebalan secara optimal terbentuk 28 hari sesudah vaksinasi kedua. Jadi pesan saya, kalau habis disuntik jangan langsung seperti Superman, kemudian jalan jauh ke mana-mana enggak pakai masker,” tegasnya. (wt)

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan