Senin, 12 April 2021
26 C
Surabaya
More
    Pojok TransparansiMoeldoko di Antara Pandemi Politik

    Moeldoko di Antara Pandemi Politik

    Oleh Anwar Hudijono

    Moeldoko bungkam seribu bahasa. Sejak dinobatkan sebagai Umum oleh M Nazaruddin, Jhoni Allen Marbun, Marzuki Ali dan komunitasnya, dia belum mereaksi serangan terhadap dirinya. Sekalipun sudah dibilang begal politik. Tidak bermoral. Tidak kesatria. Tidak punya rasa balas budi. Rakus. Ugly. Dan banyak .

    Saya tidak percaya bungkamnya Moeldoko karena ngelu. Meriang. Sakit gigi. Bingung layaknya tikus tersudut. Diamnya itu pasti diam yang punya arti. Harap mafhum, dia ini bukan tokoh kaleng-kaleng. Dalam istilah Jawanya, dia ini jalma limpat seprapat kliwat (orang yang memiliki kelebihan di atas orang lain). Dia bukan manusia loro saudon telu sauruban. (Manusia biasanya umumnya).

    Baca juga :  Ustadz Nadjib Telah Mudik Selamanya

    Betapa tidak. Dia mantan Panglima TNI. Bergelar doktor. Kini dia menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Jabatan ini setaraf menteri. Hanya kurang popular saja sehingga kadang ada yang salah mengartikan. KSP diartikan Simpan Pinjam. La masak ada jenderal bintang 4 ngurusi bank titil.

    Dengan sosok Moeldoko KSP itu menjadi begitu digdaya. Seolah menjadi bintang kembar dengan Mensesneg. Bahkan saking digdayanya seolah KSP itu semacam perdana menteri. Pamornya melebihi wakil presiden.

    Reporter :
    Penulis : Anwar Hudijono
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan