Jumat, 19 Juli 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaLahan BTKD akan Dijadikan Pusat Agrowisata Surabaya

    Lahan BTKD akan Dijadikan Pusat Agrowisata Surabaya

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini panen raya ketela rambat madu, ketela pohon, hingga lele besar di lahan bekas tanah kas desa (BTKD) Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Rabu (23/9/2020).

    “Wah, gede-gede yo, gede ngene ki. Enak iki. Ayo dipanen kabeh (wah, besar-besar ya, besar ini. Enak ini. Ayo dipanen semuanya),” kata Risma seusai mencabut ketela madu.

    Risma mengatakan bahwa lahan BTKD Kelurahan Jeruk ini luasnya sekitar 7,6 hektar. Banyak tanaman dan buah-buahan se nusantara ditanam di tempat BTKD ini, termasuk tanaman langka seperti pohon dewandaru dan beberapa tanaman lainnya.

    “Ini nanti akan kita jadikan pusat agrowisata selain tempat pembelajaran warga kalau ingin belajar menanam yang benar. Makanya di tempat ini juga ada waduk yang diberi bibit lele, ada pula lahan untuk menanam padi dan jagung serta tanaman pangan lainnya. Ini memang menjadi salah satu tempat percontohan ketahanan pangan di Surabaya,” katanya.

    Baca juga :  Imigrasi Tanjung Perak Segera Membuka Imigrasi Lounge di Icon Mall Gresik

    Ia mengaku bahwa terus gencar melakukan penanaman tanaman pangan ini karena memang ada permintaan dari mantan Presiden RI Megawati, terutama dalam masa pandemi Covid-19 ini. Sebab, dikhawatirkan tidak bisa impor beras dari luar, sehingga kalau nantinya tidak bisa impor, maka diharapkan bisa swadaya pangan sendiri.

    “Kita menanam tanaman pangan semacam ini di 24 lokasi. Waktu panennya pun diatur berbeda-beda. Ada yang jangka waktu panennya 3 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan bahkan setahun atau lebih. Dengan panen yang bergantian ini, maka sebenarnya kita tidak perlu khawatir akan kekurangan pangan,” imbuhnya.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Yuniarto Herlambang memastikan, pihaknya terus gencar melakukan penanaman berbagai bahan pangan di 24 lokasi. Jenisnya bermacam-macam. Khusus di BTKD Kelurahan Jeruk ini, ia mengaku masih menggarap sekitar sepertiganya dari luas lahan 7,6 hektar.

    Baca juga :  Baktiono: Tanah Fasum Itu Milik Pemkot Surabaya

    “Sedangkan dua pertiganya yang masih berbentuk sawah, digarap oleh kelompok tani yang berjumlah 40 orang, dan semuanya warga sekitar Kelurahan Jeruk. Kelompok tani ini kita beri benih dan kita kontrol dan awasi dari awal hingga akhir, termasuk ketika ada persoalan, kita diskusikan juga, seperti kemarinnya ada yang kena hama, kita selesaikan bersama-sama,” tegasnya.

    Menurutnya, lahan luas itu akan terus dikembangkan pengelolaannya. Apalagi saat ini Dinas PU Bina Marga dan Pematusan terus meletakkan tanah urugnya di lahan BTKD Kelurahan Jeruk itu, sehingga sangat membantu DKPP dalam mengembangkan lahan yang nantinya akan dibuat agrowisata.

    “Jadi, ke depannya ini akan terus kita kembangkan, karena ini percontohan juga, apalagi Bu Wali tadi sudah menyampaikan bahwa ini akan dijadikan agrowisata, sehingga nanti kita juga kembangkan ternak di sini. Hasilnya nanti akan diberikan kepada warga yang membutuhkan, karena ini memang untuk ketahanan pangan di Surabaya,” ujarnya. (wt)

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan