“Untuk dapat surat rekomendasi ini butuh kerja keras, ini bukti bahwa ketika Pokdarwis kompak dan bekerja keras, serta menerapkan protokol Covid lahirlah surat ini,” lanjut Anas.
Pihaknya menilai sektor kesehatan menjadi nilai jual utama pariwisata pasca Covid. Maka dia mendorong komunitas dengan total 68 kelompok yang tersebar di Kabupaten Banyuwangi ini melakukan protokol kesehatan sehingga membuat wisatawan merasa aman.
“Kalau Pokdarwis melakukan protokol covid, lalu merasa aman, orang akan kembali lagi, namun jika wisatawan merasa tidak aman, orang tidak akan kembali,” kata Anas.
Sementara itu, Wildan Sukirno, Ketua Pokdarwis Banyuwangi mengatakan selama sepuluh tahun terakhir perkembangan pariwisata di Banyuwangi sangat luar biasa. Dia berterima kasih kepada Pemerintah Banyuwangi yang telah mengenalkan pariwisata sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Bahkan dengan adanya sejumlah prestasi yang pernah diraih Banyuwangi, Wildan mengungkapkan sejumlah anggota Pokdarwis dikontrak daerah lain menjadi mentor untuk berbagi pengalaman dalam mengelola ekonomi pariwisata. Seperti Lumajang, Kalimantan Selatan, hingga Papua.
Dia berharap pariwisata Banyuwangi kedepan bisa bertahan meski sektor ekonomi pariwisata saat ini sedang terpuruk ditengah pandemi. “Minimal untuk lima tahun kedepan kita bisa bertahan dulu, kita tidak ingin turun, maka saya berharap pariwisata Banyuwangi ada keberlanjutan,” harap Wildan. (jam)





