Ternyata, Surabaya Belum Zona Hijau

Ternyata, Surabaya Belum Zona Hijau

“Lalu 8–10 Juni masuk warna kuning. Pada 11-12 Juni berwarna merah. Kemudian 13-15 Juni kembali berwarna kuning. Terus begitu, berubah-ubah sangat dinamis. Tetapi yang paling lama warna hijau ini adalah dua minggu terakhir, semoga bisa konsisten,” jelasnya.

Penurunan angka penularan itu, menurut Feny tidak lepas dari peran Wali Kota Risma yang tak henti-hentinya gencar melakukan sosialisasi untuk selalu menjaga protokol kesehatan. Bahkan tak tanggung-tanggung, Risma turun langsung menertibkan warga Kota Surabaya, seperti pembagian masker ke jalan-jalan, sosialisasi rutin ke berbagai tempat hingga blusukan menyusuri perkampungan.

“Itu salah satunya mengapa Rt kami bisa turun. Karena Ibu Wali tidak pernah berhenti sosialisasi ke masyarakat. Beliau terus melakukan itu. Sehingga masyarakatnya bisa lebih disiplin lagi,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan tes swab dan rapid test juga berperan dalam penurunan angka penularan. Sebab, ketika tes itu dilakukan, pasti dapat mempercepat deteksi dini atau penemuan dini pasien terkonfirmasi. Sehingga setelah diketahui hasilnya, pemkot bergerak cepat dan melakukan karantina pasien tersebut agar tidak sampai menular kepada anggota keluarganya.

“Bukan berarti itu jelek lho ya. Dengan banyaknya kita menemukan yang reaktif itu, maka berarti kita bisa lebih cepat memisahkan. Kita bisa deteksi dini dari awal untuk memisahkan pasien konfirm agar dia tidak tertular dengan keluarganya dan teman-temannya,” ujarnya.

Ia berharap, Rt tersebut dapat terus terkendali, meskipun terkadang data tersebut bergerak sangat dinamis. Oleh karena itu, Febria membutuhkan peran masyarakat untuk terus disiplin terhadap protokol kesehatan.

“Pertama jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS), serta disiplin pakai masker. Sebab, hanya dengan itu. Kalau displin dan patuh kita bisa mengendalikan ini dan tidak tertular,” ungkap dia.

Sementara itu, Epidemiolog Dinkes Kota Surabaya, Rosita Dwi Yuliandari, S.KM., M.Epid menambahkan indikator angka Rt ini merupakan indikator utama untuk bisa tahu apakah pandemi terkendali atau tidak. Ia pun menegaskan day by day terus memantau kondisi tersebut.

“Pantauan secara berkala dilakukan dan dimonitoring prrubahannya dalam 14 hari terakhir sesuai masa inkubasi 14 hari penyakit Covid-19 ini. Makanya, kita pantau terus dan nanti akan kita kolaborasikan untuk menjadi bahan evaluasi dan monitoring kami untuk pemantauan pengendalian kasus tersebut,” katanya. (wt)