Sementara itu, Achmad Hidayat Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya menegaskan, pengurus DPC semua kompak dan solid. “Kami bekerja untuk menjalankan agenda-agenda partai, secara transparan. Seperti konsolidasi partai, Bulan Bung Karno, bakti sosial, dan sebagainya,” katanya.
Dia membantah tudingan Armuji. Hidayat mengatakan, tidak ada pengurus DPC yang punya syahwat politik, semua fokus pada kerja-kerja keorganisasian.
“Kami juga diperintahkan untuk membantu kader-kader PDI Perjuangan yang berniat maju Pilkada Surabaya. Kader dan pengurus harus membantu para bakal calon dari kader PDI Perjuangan,” katanya dalam pesan elektronik.
Terkait rekomendasi di Pilkada Kota Surabaya, Hidayat menegaskan pengurus DPC PDIP Surabaya tegak lurus dengan keputusan Megawati Soekarnoputri Ketua Umum.
“Kami tegak lurus dengan keputusan Ibu Hajah Megawati Soekarnoputri Ketua Umum, tunduk dan patuh, untuk memenangkan jago PDI Perjuangan dalam Pilkada Surabaya,” kata pria yang juga Wakil Kepala Badan Pemenangan Pemilu ini.
Sekadar diketahui, sebelumnya ada kabar mencuat kalau Whisnu Sakti Buana Wakil Wali Kota Surabaya sekarang, mendapat kepastian rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk maju di Pilwali Surabaya 2020. Kabar itu sempat dimuat di salah satu media lokal.
Namun, Deni Wicaksono Ketua Bappilu DPD PDIP Jatim menegaskan kalau DPP belum mengeluarkan rekomendasi di Pilwali Surabaya 2020.
Sampai sekarang DPP PDI Perjuangan baru mengeluarkan rekomendasi bagi tiga bakal calon Kepala Daerah di Jatim yakni Kabupaten Ngawi, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Sumenep. Lalu, pada bulan Juli ini akan diumumkan enam daerah lagi. Tapi tidak termasuk Surabaya. (sr)





