Tiga Pilar Tandes Bersinergi Tekan Penyebaran Covid-19

Tiga Pilar Tandes Bersinergi Tekan Penyebaran Covid-19

Namun, bagi dia, kunci utama dalam memutus mata rantai Covid-19 adalah bagaimana bisa memberikan pemahaman kepada warga agar sadar diri, disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. “Jadi kuncinya balik lagi semuanya di situ, dan kita selalu turun bersama tiga pilar rutin melakukan evaluasi,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Tandes Surabaya, Kompol Ricky Tri Dharma menyatakan, meski baru menjabat sekitar tiga bulan, selama ini komunikasi yang terjalin antara tiga pilar bersama pihak Puskesmas selalu berjalan baik. Khususnya ketika menangani kasus Covid-19. Bahkan, sebelum terbentuk Kampung Tangguh, jajaran kecamatan, Polsek, Koramil dan Puskesmas selalu duduk bersama untuk menyamakan persepsi sebelum melangkah.

“Alhamdulillah begitu saya masuk sampai sekarang sudah kayak keluarga. Kita prinsipnya bangun komunikasi dulu, kalau sudah terbuka dan saling percaya akhirnya tidak salah penanganannya. Contohnya kegiatan rutin patroli kita setiap pagi dan malam. Kita saling melengkapi dari kekuatan masing-masing,” kata Kompol Ricky.

Bahkan, untuk memasifkan upaya dalam memutus mata rantai Covid-19, Kompol Ricky juga menerjunkan seluruh Kanit-nya. Mereka bertugas menjadi pendamping di setiap Satgas Covid-19 di Kampung Tangguh. Terlebih, mereka juga melakukan monitoring setiap Kampung Tangguh, seperti apa saja kelengkapan protokol kesehatan yang masih kurang.

“Saya bagi tugas ke mereka sebagai pendamping setiap Satgas di Kampung Tangguh. Jadi semua anggota terlibat termasuk Bhabinkamtibmas,” ungkap dia.

Menurutnya, adanya Kampung Tangguh ini sangat membantu dan mendukung masyarakat. Karena warga juga lebih merasa aman dan dapat memfilter sendiri kampungnya, baik dari segi data awal maupun keluar masuknya orang. Alhasil, warga yang sebelumnya keluar masuk kampung tidak jelas, kini bisa termonitor.

“Saya selalu sampaikan ke warga, secara tidak langsung yang bisa mereka petik hasilnya dari Kampung Tangguh itu tidak terhingga. Pertama keamanan dan kedua warisan nenek moyang kita, yakni gotong-royong,” paparnya.

Apalagi, dengan adanya penjagaan di Kampung Tangguh dan akses masuk satu pintu itu membuat kampung menjadi lebih aman dari potensi pencurian. Manfaat lain yang didapat dari Kampung Tangguh yakni, warga yang tadinya tidak saling mengenal, kini bisa saling kenal satu sama lain. “Itu reward yang selalu saya sampaikan ke warga,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Danramil Tandes Surabaya, Mayor Inf Suwadi. Ia menyampaikan, bahwa tiga pilar Kecamatan Tandes selalu bersinergi dalam setiap kegiatan kewilayahan dalam berbagai hal. Salah satunya kegiatan patroli ke tempat-tempat keramaian, baik saat siang maupun malam hari.

“Sasarannya mulai Kampung Tangguh, Pasar, Warkop (warung kopi) dan tempat keramaian lainnya untuk memberikan imbauan agar masyarakat selalu memperhatikan protokol kesehatan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” kata Suwadi.

Ia juga menyatakan, pihaknya bersama jajaran kepolisian dan kecamatan juga melakukan pendampingan kepada Satgas di Kampung Tangguh. Bahkan, pendampingan kepada Puskesmas dalam rangka pemantauan warga yang melaksanakan isolasi mandiri juga dilakukan.

“Selain itu pendampingan juga dilakukan saat pelaksanaan tracing terhadap warga yang mempunyai hubungan erat dengan pasien Covid-19 di wilayah binaan,” tukasnya. (wt)