Silaturrahmi Golkar Jatim di kediaman Matono, Selasa (2/6/2020)

“Golkar Jatim di dorong untuk segera melakukan inventarisasi aset pendidikannya yang kini statusnya mulai tidak jelas dengan mengundang para saksi pada saat pendirian”

SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Martono, mantan Ketua DPD Partai Golkar Jatim mendorong Golkar Jatim melakukan inventarisasi aset pendidikan yang dimiliki.

Golkar itu memiliki aset pendidikan mulai tingkat pertama, menengah sampai perguruan tinggi. Jumlahnya sangat banyak. Para saksi saat ini usianya sudah diatas 85 tahun. Mumpung masih sehat bisa dimintai pendapat dan kesaksiannya.

Pesan Martono tesebut diungkapkan ketika menerima kunjungan silaturrahmi pengurus baru DPD Golkar Jatim periode 2020-2025 di kediaman Martono, Jalan Sarono Jiwo, Surabaya, Selasa (2/6/2020) petang.

Menurut dosen politik UBAYA (Universitas Surabaya), dari sekian banyak aset Universitas yang pendiriannya atas nama Golkar Jatim adalah Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya di Dukuh Kupang. Sayangnya semua aset Golkar kini mulai tidak jelas.

Saya termasuk salah satu saksi pendirian UWK. Karena itu jika sewaktu waktu dibutuhkan, siap untuk dihadirkan.

Ormas pendiri Golkar (kini partai Golkar) diantaranya SOKSI, MKGR dan KOSGORO memiliki peran masing masing di masyarakat.

Ketiga Ormas pendiri itu memiliki tujuan yang sama. Muaranya tetap untuk kesejahteraan masyarakat. “ Jadi Partai Golkar lebih nasionalis dari yang nasional,” jelas Martono, mantan ketua tim sukses gubernur Pakde Karwo (Soekarwo) dua periode.

Kepada pengurus baru DPD Golkar Jatim, Martono berpesan, kepengurusan Golkar dibawah ketua pak M. Sarmuji, Sekretaris Pak Sahat (Sahat Tua Simanjuntak) dan Bendahara Blegur Prjanggono komposisinya mayortitas muda muda. Ya seharusnya begitu agar regenerasi berjalan, pemikirannya orisinal dan energik.

Saat itu Martono banyak bercerita tentang Golkar, tokoh dan pikiran pikirannya, hingga membesarkannya. Surabaya itu rohnya Jatim. Kalau Golkar ingin berkuasa di Jatim, kuasai dulu Surabaya.

Banyak cara yang bisa di lakukan. Salah satunya Golkar Surabaya harus punya kursi di DPRD Surabaya diatas 20 kursi. Sebab itu organisasi harus ditata dengan baik.

Dalam kesempatan itu Martono juga menyinggung soal figur Ketua Umum Airlangga Hartarto dan kiprahnya mulai dari masa mudanya, Menteri Perindustrian sampai Menteri Koordinator Ekonomi.” Dia itu bersahabat dengan saya sejak dulu.

Saya ini punya 12 tim diskusi dari berbagai latar belakang organisasi profesi. Kalau berdiskusi berpindah pindah karena anggotanya kebetulan ada dari luar jawa. Bahasannya juga banyak mengungkap tentang pemikiran, ide dan gagasan Airlangga Hartarto. Saat ini diskusi mandeg karena Corona ini. pungkas Martono.

M. Sarmuji

Sementara itu Ketua DPD Golkar Jatim M. Sarmuji mengungkapkan kedatangannya ke Pak Martono itu dalam rangka halal bi halal . “Ya ini kan masih bulan syawal sekaligus meminta arahan sebagai senior Golkar. Terimakasih beliau banyak memberikan masukan dan arahan dalam membangun Golkar Jatim kedepan.

Soal aset pendidikan sebagaimana diungkapkan Pak Martono, kata Sarmuji, pihahknya akan segera membahas bersama pengurus dan merumuskan,  lalu mengundang pihak pihak yang kompeten.

“Masalah UWK ini sempat dibahas di DPRD Jatim periode sebelumnya. Tapi kalau sekarang mau dibuka lagi bagus itu. Apalagi senior saya Pak Martono sudah menyatakan siap hadir,” kata Sahat Tua Simannjuntak, Wakil Ketua DPRD Jatim.

Beberapa pengurus baru DPD Golkar yang ikut mendampingi Ketua M. Sarmuji, selain Sekretaris Sahat Tua Simanjuntak, Blegur Prijanggono (Bendahara) anggota FPG DPRD Jatim, Wakil Ketua (bidang kaderisisasi) Kodrat Sunyoto yang juga Ketua FPG DPRD Jatim.

Lalu Heri Sugihono (Waka bidang organisasi), Meulila Osman (Waka bidang MPO/Media, Penggalangan Opini), H. RB. Zainal Arifin (Waka bidang Hukum), Aries Cristiyani dan beberapa pengurus harian lainya.

Sebelumnya pengurus baru juga melakukan kunjungan ke Mustahid Astari, mantan anggota DPR RI pada masa orde baru. Kini juga sedang di agendakan untuk bertemu dengan para senior lainnya. Termasuk agenda kunjungan ke media di Surabaya, kata Meulila Osman, Wakil Ketua bidang komunikasi Golkar Jatim. (fir)