SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Jelang Lebaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim bersama  Tim Satgas Pangan Prov Jatim  memantau perkembangan harga bahan pokok (Bapok) di Pasar Rakyat Wonokromo Surabaya, Jumat (22/5).

Pantauan di Pasar rakyat Wonokromo dilaksanakan langsung Tim Satgas Pangan Jatim yang juga Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan dan Kadisperindag Jatim Drajat Irawan.

Menurut Gideon, pantauan Satgas Pangan di seluruh pasar Jawa Timur menunjukkan harga bahan pokok masih stabil di kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Bahkan lanjut Gideon, harga komoditas gula yang masih di atas HET mulai menunjukkan penurunan. Sementara, komoditas lain rata -rata stabil meski ada juga yang naik namun tidak terlalu tinggi.

Memang ada yang naik seperti bawang merah, tapi tidak signifikan, masih terkendali,” tutur Gedeon usai memantau di Pasar Wonokromo.

Sementara terkait perilaku membeli masyarakat kata Gideon ada penurunan aktifitasdi pasar, namun tingkat pedagangan relatif tetap ditandai dengan stabilnya harga.

Aktifitas masyarakat di pasar memang turun, namun tingkat perdagangan relatif tetap seperti dengan sebelum pandemi. Ini menunjukkan pola perdagangan memang berubah mungkin masyarakat sudah lebih suka yang langsung antar sampai rumah,” ungkapnya.

Kadisperindag Jatim, Drajat Irawan, Drajat  menambahkan, pihaknya bersama Satgas Pangan Jatim terus melakukan pemantauan harga bahan pokok di seluruh Jatim terutama menjelang Lebaran dan selama Pandemi Covid 19.

Kita bersama Satgas panganJatim terus melakukan pemantauan harga bahan pokok, terutama jelang Lebaran dan Pandemi Covid -19 saat ini. Begitu ada gejolak harga langsung kita bisa melakukan sejumlah upaya menjaga stabilitasnya,” tutur Drajat.

Selain memantau perkembangan harga Satgas Pangan dan Disperindag Jatim menggelar operasi pasar komoditas gula pasir  yang merupakan program Kementerian Perdagangan.

Pada operasi pasar yang digelar, Jumat (22/5/2020) ini digelar penjualan gula secara grosir bagi para pedagang dengan harga Rp 12.000/Kg nya. Tetapi pedagang harus membeli satu karung yang berisi 50 kilo gram dengan harga Rp 600.000/karung.

Operasi pasar ini terus dilakukan terutama untuk menakan harga gula agar sampai ke HET Rp 12.500/kg. Sebenarnya harga gula sudah mulai turun sampai kisaran Rp 16.000-15.000/kg dari sebelumnya Rp 18.000/kg,” tambah Drajat.

Mengenai pelaksanaan protokol Covid-19 di sejumlah pasar terutama di Pasar Wonokromo, Drajat menyebut pihak pasar perlu lebih menekankan lagi pelaksanaannya di tingkat pedagang.

Khusus di Pasar Wonokromo saya kira perlu penambahan sarana cuci tangan dan hand sanitizer di sejumlah pintu masuk, dan pengadaan pos kesehatan. Kalau pemakaian masker dan pemeriksaan suhu tubuh sudah dilakukan tadi,” ungkapnya.

Selain itu tutur, Disperindag Jatim juga akan melakukan inisiasi sistem sift bagi pedagang di pasar seperti yang dilaksanakan di Malang telah diapresiasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Seperti yang penah diapresiasi Gubernur Khofifah di Malang, sistem sift bagi pedagang akan terus kita inisiasikan ke sejumlah pemerintah daerah kabupaten dan kota serts pengelola pasar. Tadi saya sudah bicara tentang kemungkinan pelaksanaannya itu di Pasar Wonokromo dan siap direspon,” tambahnya.

Sistem sift bagi pedagang cukup efektif untuk mengurangi resiko penyebaran Covid-19 di pasar tradisional telah dilaksanakan oleh Pemkot dan Pemkab Malang selama PSBB Malang raya,” pungkas Drajat. (guh)