Pulau Tabuhan Kembali Di Demo

Pulau Tabuhan Kembali Di Demo
“Perlu saya tegaskan, Sebenarnya ini aksi bukan berarti kami anti investasi namun harus sesuai dengan peraturan dan sesuai permintaan masyarakat Banyuwangi. Bukan melanggar hukum dan asal bangun.” Kata Helmy.
Melanjutkan kata Helmy bentuk solidaritas dari ARM dengan masyarakat sekitar Wongsorejo selalu berdiskusi bersama sehingga kami menggelar aksi penolakan bukan tanpa dasar. Rasa takut dan kekhawatiran nantinya sama dengan di daerah lainnya, masyarakat Banyuwangi sendiri tidak bisa memasuki kawasan yang digunakan dalam pulau tabuhan. Bicara soal sewa menyewa, saya beri contoh misalnya saya kontrak rumah maka pemilik rumah sendiri tidak bisa memasuki rumah yang sudah saya sewa (kontrak), harus ijin sama saya meski saya sebagai penyewa. Tidak bisa seenaknya sendiri. Nah itu yang kami takutkan mas, karena ini ngomong persoalan hak penyewa.” jelas Helmy.
Helmy juga bicarakan, Seperti pada wilayah yang sudah disewakan dan sudah viral bagaimana pengusiran anggota DPRD yang terjadi di kepulauan Mentawai, juga yang terjadi pengusiran wisatawan lokal di virgin cocoa pulau Bakungan besar, Kalimantan timur. Ini adalah bukti-bukti yang menjadi kekhawatiran masyarakat lokal. Karena, Kalau dilihat road map bukan hanya pulaunya tapi wilayah laut, pesisirnya dibangun juga.
“Sudahlah jangan benturkan rakyat Banyuwangi ini.” Pungkas Helmy didepan awak media. (Yin).
Ketua ARM Helmy Rosyadi saat wawancara usai demo