Mantan Menteri Kelautan Rukmin Dahuri Kagumi Pembangunan Banyuwangi

Mantan Menteri Kelautan Rukmin Dahuri Kagumi Pembangunan Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berma Rukmin Dahuri, Selasa (4/2/2020)

Guest house itu tersembunyi di bawah bukit hijau yang terhampar di sisi kiri kanan halaman belakang pendopo.

Mereka juga melihat Rumah Using (suku lokal setempat) dan sumur sritanjung yang juga ada di halaman belakang pendopo. Sumur itu berusia ratusan tahun dan menjadi asal-muasal nama Banyuwangi. Tak hanya itu, mereka juga mencicipi makanan tradisional khas Banyuwangi.

“Pendoponya indah. Arsitekturnya bagus dan asri. Pecel Rawonnya juga nendang. Gak rugi pokoknya ke sini,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan inovasi di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan.

“Kami sadar bahwa kami punya banyak keterbatasan, makanya tidak boleh pasif, harus terus berinovasi. Tidak menyerah pada keterbatasan,” ujarnya.

Dengan inovasi itu, sambung Anas, perlahan tapi pasti Banyuwangi terus berkembang yang berujung pada peningkatan pendapatan per kapita warga dan penurunan kemiskinan yang signifikan.

“Termasuk pengembangan bandara, dari yang dulu tidak ada penerbangan, sekarang sudah empat belas kali dalam sehari. Tentu hal ini semakin membuka aksesibilitas untuk pengembangan ekonomi lokal,” ujar Anas.

Prof. Rokhmin sendiri berada di Banyuwangi selama tiga hari, Selasa-Kamis (4-6/2/2020). Dia bersama rombongan akan mengeksplorasi berbagai destinasi wisata, serta meninjau sejumlah sentra budidaya perikanan, serta pusat pelayanan publik. Di antaranya pendopo, lounge pelayanan publik, dan mal pelayanan publik. (jam)