Warga di Eks Lokalisasi Sememi Diberi Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi

Warga di Eks Lokalisasi Sememi Diberi Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi
Warga di wilayah eks lokalisasi Sememi diberi pelatihan pemberdayaan ekonomi masyarakat oleh Dinas Perdagangan Kota Surabaya. Salah satunya dalam bentuk pelatihan membuat produk olahan makanan tradisional.

“Nanti juga bakal ada pelatihan masakan tradisional. Seperti rawon, soto, lontong mie, rujak cingur, lontong balap dan sebagainya. Tapi nanti akan bertahap,” jelasnya.

Di samping itu, kata dia, bagi UMKM yang sudah memiliki produk, dan telah memenuhi syarat serta legalitas perizinan, Disdag juga menyediakan fasilitas pemasaran bagi mereka.

“Ada 11 sentra UKM. Jadi mereka bisa menitipkan produknya untuk dijual, tapi kan syaratnya kualitas dan kemasan mereka harus bagus, rasanya enak, yang jelas harus punya legalitas,” tandasnya.

Camat Benowo Muslick Hariyadi mengatakan, program pemberdayaan ekonomi warga di wilayah eks lokalisasi sebenarnya sudah lama dilakukan. Namun, Wali Kota Risma ingin agar pemberdayaan ekonomi terus diperdalam.

“Ibu wali kota memang minta supaya program pemberdayaan ekonomi warga di eks lokalisasi diperdalam lagi,” kata Muslick di sela acara pelatihan.

Beberapa warga yang mengikuti pelatihan, sebelumnya juga pernah mengikuti kegiatan serupa, seperti membatik dan membuat sambal. Namun, untuk pelatihan kali ini, warga lebih fokus diajari membuat produk aneka kue tradisional. Banyak sekali tahapan pelatihan yang diberikan. Mulai dari pelatihan pembuatan produk, cara pengemasan (packaging), hingga pemasaran dengan memanfaatkan arus digital.

Muslick mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 42 UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di wilayah Kecamatan Benowo. Ke depan, tidak menampik kemungkinan jumlah UMKM itu bisa terus bertambah. Makanya pihaknya akan terus mendorong warganya agar bisa mandiri dan sejahtera.

“Nanti akan kita kumpulkan lagi, ada lagi pelatihan minggu depan, kita kumpulkan kita inventarisasi, mana yang ingin fokus kue basah atau kue kering,” terangnya.

Sedangkan Lurah Kandangan, Kecamatan Benowo, Achmad Waqot mengatakan, setidaknya ada 16 warga di RW 9, Kelurahan Kandangan yang mengikuti pelatihan tersebut.

Waqot mengakui, tidak mudah mengajak warga di eks lokalisasi agar mau menjadi seorang pengusaha. Namun, karena terus didorong, akhirnya mereka mulai serius untuk menjadi seorang pengusaha. Alhasil, beberapa warganya kini telah memiliki berbagai produk yang bernilai ekonomis. Seperti aneka minuman tradisional hingga produk craft.

Kendati demikian, pihaknya memastikan, ke depan akan terus mendorong warganya agar bisa mandiri. Sehingga mereka bisa membantu keuangan keluarga dan tidak ada lagi warga di eks lokalisasi yang kekurangan ekonomi. (wt)