Nataru 2020, Penumpang Diprediksi Naik, Daop 8 Operasikan 5 KA Tambahan

10
Mengantisipasi potensi lonjakan penumpang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 8 Surabaya akan mengoperasikan lima kereta api (KA) tambahan.

SURABAYA – Mengantisipasi potensi lonjakan penumpang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 8 Surabaya akan mengoperasikan lima kereta api (KA) tambahan.

Lima kereta api tambahan itu, KA Gajayana tambahan relasi Malang-Gambir, KA Sembrani tambahan relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir, KA Sancaka tambahan relasi Surabaya Gubeng-Yogyakarta, KA Kertajaya tambahan relasi Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen, dan KA Matarmaja tambahan relasi Malang-Pasar Senen.

Pada masa angkutan Nataru ini, kata Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto, pihaknya menjalankan 84 perjalanan kereta api. Di antaranya, 5 KA tambahan, 33 KA Reguler, dan 46 KA Lokal. Jumlah ini juga naik 3,7 persen dari tahun sebelumnya.

“Tahun lalu ada 81 KA yang terdiri dari 29 KA Reguler, 6 KA Tambahan Nataru dan 46 KA Lokal. Selain itu, di tahun ini juga terjadi peningkatan pada kapasitas tempat duduk menjadi 47.934 tempat duduk atau naik 16 persen dari tahun lalu 41.196 tempat duduk,” ujarnya, Kamis (21/11/2019).

Lonjakan penumpang diprediksi terjadi 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020.  Karena itu, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto mengatakan, tiket kereta tambahan sudah dapat dipesan mulai 25 November 2019 di seluruh kanal penjualan.

“Sementara tiket KA jarak jauh reguler pada masa Nataru ini sudah dapat dibeli mulai 19 November. Penjualan tiket diseluruh kanal resmi seperti aplikasi KAI Access, situs kai.id, dan lainnya. Untuk KA lokal, tiket bisa dipesan mulai H-7 keberangkatan melalui aplikasi KAI Access atau tiga jam sebelum keberangkatan di loket stasiun,” jelasnya.

Mengenai keselamatan perjalanan KA, serta mengantisipasi datangnya musim hujan selama masa angkutan Nataru, PT KAI Daop 8 meningkatkan pengawasan di jalur kereta api. Termasuk menyiagakan petugas ekstra guna memastikan keandalan jalur rel kereta api dan alat material untuk siaga (AMUS) berupa batu balas/kricak, bantalan rel, dan pasir.

“Telah disiapkan di empat titik strategis di Stasiun Babat, Stasiun Mojokerto, Stasiun Bangil, Stasiun Wlingi. Adapun para petugas ekstra,  37 penilik jalan ekstra, 83 penjaga jalan lintas ekstra, dan tujuh  petugas posko daerah ekstra. Total 127 petugas unit jalan rel yang disiagakan untuk mengamankan perjalanan KA sepanjang jalur rel di lintas Daop 8 Surabaya,” katanya.

Selain itu, PT KAI Daop 8 menyiapkan 591 personel keamanan yang terdiri dari 153 personel Polsuska, 433 personel security, dan 5 personil pembinaan dari Polda, serta bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 130 personel ditambah 4 anjing pelacak (K9).

“Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta. Demi kelancaran pelayanan penumpang selama masa angkutan nataru, hak cuti tahunan pegawai KAI ditangguhkan. Hal ini sebagai komitmen KAI agar agenda libur nasional ini bisa berjalan lancar dan sukses,” katanya.

Diprediksi, jumlah penumpang masa angkutan Nataru tahun ini, naik sebesar 8,7 persen atau 812.185 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dimana pada 2018/2019, jumlah penumpang yang naik sebanyak 747.380 orang. Tahun ini, PT KAI Daop 8 Surabaya menetapkan masa angkutan Nataru 2019/2020 selama 18 hari mulai 19 Desember 2019 sampai dengan 5 Januari 2020.

Suprapto menambahkan, pihaknya memperkirakan pada 22 dan 29 Desember sebagai tanggal favorit masyarakat untuk menggunakan jasa kereta api. (wt)