Dzikirullah Menghalau Galau

61
Ferry Ismirza

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sesungguhnya ketenangan hidup, ketentraman jiwa atau kebahagiaan batin tidak banyak tergantung kepada faktor-faktor luar; sosial, ekonomi, politik, adat kebiasaan dan sebagainya. Melainkan lebih tergantung kepada cara dan sikap menghadapi faktor-faktor tersebut.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang manusia berputus asa akan rahmatNya, sebagaimana firmanNya :

“Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus ada dari rahmat Allah kecuali kaum yang kafir”. (Q.S. Yusuf:87)

Dan pada sifat-sifat buruk seperti Iri, Dengki, Riya’, Rakus dan Emosi yang tidak terkendali itulah sebagai penyebab utama terjadinya depresi mental yang berujung pada gangguan jiwa.

“Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukannya kepadamu apa yang telah kamu peraselisihkan”. (Q.S. al-Maidah: 48).

Secara harfiah dzikir berarti ingat. Dalam hal ini yang dimaksud adalah ingat pada Allah. Ada banyak bentuk amalan dzikir. Salahsatunya adalah membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dengan berdzikir hati menjadi tenang sehingga terhindar dari kecemasan . Al-Qur’an sendiri menerangkan hal ini dalam surat Ar Ra’d ayat 28 yang berbunyi :

Artinya: “Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.”
(QS.Ar Ra’d : 28)

Fote note :
*Silakan yang berniat ngeshare _renungan pagi_ ini, dimohon tidak mengubah tulisan aslinya. Terima kasih.(fim=ferryismirza)