Wujudkan Gerakan Memilah Sampah, DLHKP Kota Kediri Awali di Setonogedong

12
FOTO : Kepala DLHKP Kota Kediri, Didik Catur, saat memberikan sambutan Program Gerakan Memilah Sampah di Kelurahan Setonogedong, Kota Kediri.

KEDIRI – Gerakan pilah sampah dari rumah merupakan program Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Guna menekankan pentingnya masyarakat terlibat langsung dalam pengelolaan sampah skala rumah tangga dengan cara memilah sejak dari rumah.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, program gerakan pilah sampah dari rumah dilaksanakan di Kelurahan Setono Gedong, Kota Kediri, Rabu malam.

Gerakan tersebut bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat memilah sampah rumah tangga. Diantaranya, sampah organik dan yang bisa didaur ulang.

Kepala DLHKP Kota Kediri, Didik Catur, mengatakan, agar sampah bermanfaat untuk masyarakat, pihaknya harus turun langsung ke masyarakat dan memberikan contoh bagaimana cara memilah sampah.

“Mengapa  ini harus dipilah? Karena sampah kita 70 persen sampah nonorganik dan 30 persen sampah organik. Sehingga daya tampung dari tempat penampungan sampah TPA Klotok sudah overload. Jadi, kami juga mencari sebuah strategi bagaimana cara mengatasi persoalan pengurangan sampah,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan sampah di dalam masyarakat seluruh wilayah Kota Kediri sudah mencapai 90,7 persen. Artinya, daya jangkau pelayanan sudah mencapai ke sana dan tidak ada sampah terbuang di jalan.

” Pengurangan sampah masih mencapai 6,8 persen. Dan, target nasional adalah 20 persen pada tahun 2025. Dari sini, DLHKP harus mencari jalan keluar  agar sampah ini bisa dikurangi secara maksimal,”imbuhnya

Didik Catur juga menambahkan, Kelurahan Setono Gedong dipilih karena masyarakatnya guyub dan kompak serta penduduknya tidak banyak. Jadi, DLHKP mencoba sesuatu dari Kelurahan Setono Gedong ini untuk sebuah projek percontohan program gerakan pilah sampah.

“Dan kami sudah lakukan beberapa kegiatan pembuatan biopori.alu kami sudah lakukan pembentukan bank sampah. Pertemuan beberapa tokoh RT dan RW yang ada di sini juga dengan kepala kelurahan support, mereka sangat full power,” jelasnya.

Untuk Kelurahan Setono Gedong ini, kata Didik Catur, sebagai salah satu lokasi yang diharapkan bisa jadi percontohan. Dan, kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini saja. Diawali dari 6 titik yang perkumpulan warga, lalu ke depanya seminggu dua kali akan dikunjungi.

“Kami sudah membentuk tim untuk memberikan edukasi bagaimana cara pilah sampah,”ungkap Didik

Terakhir, kalau program gerakan pilah sampah ini berhasil, DLHKP akan mengajak kelurahan lain untuk mengunjungi Kelurahan Setono Gedong untuk melihat bagaimana melakukan cara pilah sampah.

“Output-nya adalah kami bisa mengurangi sampah dengan maksimal, TPA kita bisa bertahan lama, dan program pemerintah pusat juga kena,” pungkasnya.

Sementara, Heri Ihramanto, Ketua RW 02, Kelurahan Setonogedong, mengatakan, harapanya dari program pemilahan sampah ini akan mampu menghasilkan pupuk Biopori. Ditambah lagi, pengelolaan Bank Sampah yang selama ini sudah ada bisa berjalan maksimal

” Pleaning kedepanya, keberadaan Bank Sampah yang sudah berjalan mampu dimanfaatkan warga.Begitu pula, mewujudkan pupuk Biopori dari sampah juga akan terwujud ” ucapnya. (adu/bud)