Karenanya, Jokowi meminta pihak-pihak yang berkecimpung dalam dunia konstruksi untuk membuat rancangan kota yang ideal itu seperti apa. Misalnya kota yang sangat sehat dan ramah lingkungan, kota yang hidup yang menyenangkan yang ramah bagi anak-anak dan lanjut usia, juga tempat hiburan yang sehat, kota yang compact dan humanis, pelayanan publik yang lengkap dan berkualitas dengan ekonomi dan sumber daya yang berkelanjutan.
“Ini semua harus kita pikirkan dan kita rancang secara baik sejak awal,” ujarnya.
Jadi Contoh
Jokowi menekankan, bahwa pemerintah ingin membuat kota yang memberi contoh dan bisa menjawab permasalahan-permasalahan dunia. Ia bahkan ingin bahwa ibu kota ini adalah hadiahnya Indonesia untuk dunia.
“Kita memang harus mimpinya memang harus tinggi seperti itu. Jika Dubai memiliki jargon the happiest city on the earth, kita juga ingin kota baru kita ini menjadi kota the best on earth, yang the most liveable city, yang the greenest city, yang the most innovative city, dan the most the most yang lainnya,” katanya.
Artinya apa, lanjut Jokowi, kita harus menginstall sistem baru di kota ini. Jangan hanya pindah lokasi pindah tempat dari sini kemudian ke sana. Bukan itu, bukan itu, artinya pindah tempat tapi juga pindah sistem, pindah budaya, pindah budaya kerja, tapi juga pindah pola pikir pindah mindset semua.
“Sekali lagi jangan hanya pindah tempatnya tapi juga pindah sistem, artinya ganti sistem, juga pindah budaya kerja, berubah budaya kerjanya, dan yang paling penting pindah pola pikir, pindah mindset kita,” tegasnya.
Pembangunan ibu kota baru, masih kata Jokowi, hanyalah sebagian kecil dari kebutuhan pembangunan infrastruktur nasional kita. (wt)





