“Allah menyatakan, kita harus bersatu dan jangan saling bercerai berai. Bersatu, jangan berpecah belah. Di sinilah letaknya ibadah, pelajaran toleransi, kasih sayang, rahmat, silaturahum dan lainnya,” sambung Menag.
Selain itu, lanjut Menag, Allah menurunkan Rasulullah yang menjadi rahmat bagi alam semesta. Islam memberi pelajaran kepada para pemimpin. Bila diberi amanah, maka hendak berlaku adil, sesungguhnya Allah memberi pelajaran yang baik kepada umatnya.
Banyak pelajaran dari berbeda-beda itu hingga menjadi satu. Dunia mengacu pada PBB. Indonesia adalah miniatur dunia yang kaya akan perbedaan.
“Sumpah Pemuda, Bhinneka Tunggal Ika, juga mengusung konsep Pancasila dan UUD 1945, dan kesepakatan hukum yang berlaku. Kita berterimakasih juga kepada para ustadz dan penceramah agama lain di Indonesia yang selalu menyebarkan ajaran yang toleran,” katanya.
“Toleransi tidak akan mengurangi iman takwa kita kepada Allah. Bagimu agamamu bagiku agamaku. Semoga kita menjadi orang yang saling mengenali perbedaan di antara kita agar kita menjadi satu. Terima kasih juga kepada ormas keagamaan di Indoensia atas tampilan kedamaiannya,” ujarnya. (wt)





