Untuk itu, menurut Jokowi, review penyesuaian kurikulum besar-besaran harus dilakukan. Karena dunia sudah berubah sangat cepat. Ilmu, pengetahuan, keterampilan sekarang ini mudah sekali usang. Sehari dua hari saja kadang-kadang sudah usang karena memang perkembangannya sangat cepat.
“Oleh karena itu harus di-update, harus di-upgrade, jangan terlambat dan kurikulum pun jangan kaku, harus fleksibel sejalan dengan perubahan-perubahan dunia yang kita alami,” tegasnya.
Selain kurikulum, Presiden juga meminta untuk diperbaiki yang berkaitan dengan kualitas guru, dengan sebuah aplikasi sistem yang mempercepat sehingga peningkatkan pemerataan kualitas pendidikan betul-betul dirasakan oleh murid-murid, anak-anak, dan pelajar-pelajar.
“Manfaatkan teknologi digital untuk memperluas, mempercepat dan memudahkan akses pelayanan di bidang pendidikan maupun di bidang kesehatan. Agar semuanya dipermudah dengan teknologi digital,” tuturnya.
Sementara terkait Balai Latihan Kerja (BLK), Jokowi meminta agar ditingkatkan relevansinya dengan dunia kerja. Menurutnya, peserta didik harus memiliki pengetahuan, memiliki keterampilan yang menunjang dia untuk bisa bekerja dan berwirausaha.
Karena itu, Joklowi menyarankan perlunya terus dilakukan rescaling dan upscaling untuk angkatan kerja agar memiliki yang competitiveness yang baik. “Karena kita nanti tahun depan memiliki yang namanya kartu pra kerja, tolong betul disiapkan dari sekarang sehingga nanti Januari sudah betul-betul bisa on, bisa main betul kartu pra kerja kita,” sambungnya.
Tentang dana Desa yang jumlahnya tidak sedikit karena hingga tahun ini sudah mencapai Rp257 triliun, , Jokowi berpesan untuk diawasi penggunaannya sehingga manfaat di desa itu betul-betul bisa dirasakan secara nyata. (wt)





