”Kami melibatkan arsitek Gregorius Supie yang telah tersohor. Bangunannya nanti mengadopsi kekhasan kebudayaan lokal,” paparnya.
Dari sisi pelayanan, dia menambahkan, juga bakal dibuat semakin nyaman dengan dilakukan digitalisasi seperti automatic ticketing. ”Pelabuhan Ketapang akan menjadi lebih modern sekaligus menjadi destinasi wisata ikonik,” ujarnya.
Ira menambahkan, pengembangan Pelabuhan Ketapang itu untuk menyambut lonjakan wisatawan yang bakal terjadi setelah Tol Trans Jawa rampung hingga Banyuwangi. ”Pelabuhan Ketapang akan menjadi wajah baru Banyuwangi yang memesona sebagai pintu gerbang Pulau Jawa dari kawasan timur Indonesia,”ujar Ira.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas merespons positif pengembangan Pelabuhan Ketapang. Itu sesuai program Banyuwangi bahwa setiap tempat adalah destinasi, dan setiap program adalah atraksi.
”Tadi kami menitipkan peradaban dan kebudayaan lokal dalam derap pembangunan ekonomi yang cukup pesat melalui arsitektur khas kebudayaan lokal, juga kuliner-kuliner lokal bisa diangkat di destinasi pelabuhan tersebut untuk semakin menggerakkan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.
Pada 2018, total 13,4 juta penumpang pada jalur penyeberangan Banyuwangi-Bali. Total ada 2,5 juta kendaraan roda empat dilayani jalur tersebut. (jam)





