Kediri  

Ini Wujud Peringatan Hari Santri Melalui Bedah Buku Fikih Kebangsaan

Ini Wujud Peringatan Hari Santri Melalui Bedah Buku Fikih Kebangsaan
FOTO : Oing Abdul Muid Shoib, tokoh ulama Kediri yang akrab disapa Gus Muid, memberikan keterangan pada Awak Media.

KEDIRI -Berbicara Pondok Pesantren merupakan salah satu pihak yang cukup reaktif dalam mendengungkan perdamaian. Dan, berkenaan dengan rangkaian Hari Santri tahun ini, banyak hal yang dilakukan.

Salah satunya, Pondok Pesantren Lirboyo melalui himpunan alumninya menerbitkan sebuah buku berjudul Fikih Kebangsaan 2.

Menariknya, buku ini dibubuhi oleh kata pengantar  dari Tokoh Nasional, diantaranya, KH. Dimyati Rois, KH. Ahsin Sakho Muhammad dan KH Anwar Mansur.

Keterangan Oing Abdul Muid Shoib, Ketua Panitia bedah buku Fikih Kebangsaan 2, acara ini sebagai rangkaian Hari Santri Nasional. Dan, tujuan bedah buku ini berkisah seputar pemahaman tentang kebangsaan agar lebih baik lagi.

Menurutnya, saat ini banyak yang salah dengan negeri ini. Islam, disampaikan dengan simbol simbol padahal Islam sendiri tidak seperti itu. Hingga, Islam seolah-olah menjadi agama yang keras, padahal dalam sejarahnya Nabi tidak pernah berperang kalau tidak dimulai dulu.

“Tentang bentuk negara NKRI ini, bukan sesuatu yang tanpa dasar, kita berbangsa ini landasan hukumnya ada Al Quran dan haditsnya juga ada. Kalau ada sekelompok orang mengatakan bahwa negara ini negara setan, ini perlu kita luruskan melalui bedah buku ini. Tujuanya,biar paham dan para peserta bisa menyebarluaskan isi buku ini,” kata Tokoh Ulama Kota Kediri yang akrab di sapa Gus Muid ini kepada para awak media, usai memberikan sambutan acara Bedah Buku yang digelar Disbudparpora Kota Kediri, Di Ponpes Ngasinan,Kelurahan Rejomulyo, Minggu (27/10/19)

Sementara, Tim Redaksi mencoba membaca Buku Fiqih Kebangsaan 2, menebar kerahmatan Islam, setebal 178 halaman, memuat tiga bab penting terkait menumpas akar Gerakan radikalisme dan menanam benih sikap perdamaian.