Tiga bab itu apabila dirangkum dapat disimpulkan mengulas tentang tiga kalimat Islam adalah rahmat, hal-hal yang disalahfahami tentang Islam dan berbagai isu penting terkait hubungan agama dan negara.
Menariknya, dari berbagai ulasan di buku tersebut juga terdapat hal menarik bagi pembaca yang menyinggung secara khusus, tentang prilaku bela agama.
KH Anwar Iskandar, Pengasuh Pondok Pesantren Ngasinan mengatakan, mereka yang mengikuti acara ini para calon Kiai dan Ning. Mereka, perlu memahami bagaimana Islam dalam menyikapi tentang negara bangsa.
Karena, negara ini negara bangsa bukan negara agama, sistemnya harus sistem kebangsaan bukan sistem yang berbasis lain.
“Pemimpin atau Kiai harus paham agar tidak terpengaruh oleh paham paham yang bertentangan dengan negara Bangsa dan Pancasila seperti radikalisme, liberalisme, komunis,” ungkap Sesepuh Ulama Kediri yang akrab disapa Gus War ini.
” Dari sini, Kami berharap agar mereka bisa mengembangkan pemahaman negara bangsa kepada para santri santrinya. Kalau mereka tidak dibentengi dengan Nasionalisme dan kebangsaan yang kuat, akan berbahaya bangsa ini karena dipimpin oleh orang-orang yang tidak sesuai dengan dasar negara Pancasila dan sistem negaranya,” pungkas Gus War.(bud)





