“Hors class ini akan dilaksanakan di hari kedua, Minggu 27 Oktober. Di satu benua, perlombaan di kelas ini hanya boleh digelar sebanyak 6 kali dalam setahun. Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk menyelengarakan kelas bergengsi ini untuk Asia,” kata Wawan.
“Level Hors Class poinnya lebih besar. Ini kesempatan bagi mereka untuk berlomba-lomba mendulang poin sebelum bisa lolos ke Olimpiade 2020 nanti. Maka tak heran bila banyak pebalap duni aikut berlaga di Banyuwangi,” imbuh Wawan.
Ditambahkan Wawan sejumlah atlet profesional berprestasi dunia, baik perempuan maupun pria, akan turun berlaga di kompetisi ini. Di kategori Elite Women, ada pebalap asal Australia Caroline Buchanan yang pernah 5 kali menjadi juara dunia BMX dan MTB. Ada pula Sarah Walker (New Zealand) peraih Medali Perak London Olympic Games 2012 dan Amanda Carr (Amerika) juara Asian Games Korea 2014.
“Di Elite Men, atlet berprestasi dunia juga bakal turun berlaga. Di antaranya, Renato Rezende (Brazil) peraih Medali Emas South American Games 2014 dan Jimmi Therkelsen (Denmark) juara BMX Race Ljubljana 2019. Tak ketinggalan, atlet andalan Indonesia, Tony Syafrudin dan I Gusti Bagus Saputra juga telah mengkonfirmasi kepesertaannya,” kata Wawan.
Banyuwangi International BMX 2019 sendiri melombakan 27 kelas. Yakni challenge boys (usia 5-6 thn, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16), challenge girls (usia 5-7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16), challenge men, junior men & women, elite men & women, serta master khusus usia lebih dari 30 tahun. (yin/min)





