Pemprov  dan Polda Jatim Koordinasi : Tertibkan Geng Remaja 

Pemprov  dan Polda Jatim Koordinasi : Tertibkan Geng Remaja 
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Terbaru, aksi kekerasan geng motor yang usianya masih belasan tahun bahkan menyebabkan satu orang tewas di Kabupaten Pasuruan. Pelakunya yang berusia 18 tahun menyerang pemuda di warung kopi dengan celurit lantaran motif balas dendam.

Khofifah juga mengimbau agar pemerintah kabupaten – kota  melakukan langkah terpadu khususnya dengan kepolisian setempat untuk menertibkan dan membina serta pada titik tertentu memberikan tindakan tegas   geng remaja yang mengindikasikan potensi  melakukan  kekerasan.

Menurutnya, pemantauan perlu dilakukan hingga ke media sosial dan grup-grup whatsapp bekerjasama dengan tim siber kepolisian.

“Jika terjadi di sekolah maka kepala sekolah hendaknya menyiapkan tim terpadu yang terdiri atas guru konseling, wali murid dan guru kelas  serta kordinasi dengan kepolisian setempat untuk memberikan pendampingan pada siswanya yang terindikasi keanggotaan geng remaja yang kurang konstruktif,” imbuhnya.

Di tingkat sekolah, Khofifah meminta seluruh guru dan tenaga pengajar menanamkan nilai-nilai kedamaian, kerukunan, harmoni, saling kasih dan memberi contoh perilaku baik kepada murid.

Diharapkan hal tersebut dapat mencegah perilaku menyimpang pelajar yang justru akan menjerumuskannya kedalam aksi kriminalitas dan perilaku kekerasan.

“Ada keharusan guru semua mata pelajaran untuk mengajarkan nilai harmoni dan kasih pada muridnya. Nilai ini harus terus disemai agar bisa mencegah perilaku remaja yang menyimpang. Termasuk anak remaja yang membentuk geng geng yang menunjukkan eksistensi dengan kekerasan,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, Dinas Pendidikan Kabupaten Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga harus menyiapkan format antisipatif, korektif dan evaluatif serta pelaporan dan tindak lanjut dengan berkoordinasi dengan Polres dan Polda jika ada aksi geng remaja yang melakukan kekerasan atau aktivitas yang meresahkan ketertiban masyarakat.

“Begitu pula dengan para orang tua dan lingkungan terdekat juga harus ikut mengawasi. Ini menjadi tugas bersama. Jangan sampai kenakalan-kenakalan remaja ini terus berlangsung  dan jika  tidak  ditertibkan dan tidak diberi tindakan tegas akan terkesan   pembiaran,” tuturnya. (min)