SURABAYA – Peserta PON XX/2020 Papua dilanda gelisah setelah efisiensi cabor jadi diterapkan. Tahun depan, hanya 37 cabor yang dipertandingkan. Pemusatan latihan daerah (puslatda) yang sudah berjalan bertahun-tahun dengan dana yang tidak sedikit, juga perjuangan para atlet, jadi sia-sia. Apalagi, beberapa cabor juga telah melaksanakan kualifikasi PON.
Sepuluh cabor yang terkena rasionalisasi (baca: dicoret) yakni balap sepeda, tenis meja, bridge, gateball, ski air, dan bowling. Juga dansa, petanque, woodball, serta soft tenis. Lalu, bagaimana nasib mereka? ”Saya akan mengundang 10 cabor yang tidak dipertandingkan untuk cari solusi yang baik bagi semuanya,” ujar Marciano Norman, Ketua Umum KONI ketika dihubungi kemarin.
Sebelumnya, sempat ada wacana untuk menyelenggarakan 10 cabor tersebut di luar Papua. Namun, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007 harus direvisi dulu. Sebab, di situ ada aturan bahwa PON hanya bisa digelar di lebih dari satu kabupaten/kota dalam satu provinsi.
KONI Jatim menyayangkan pemangkasan cabor tersebut. Bagaimana pun, jika dikalkulasi provinsi yang identik dengan warna hijauh itu kehilangan sekitar 36 potensi medali emas dari 10 cabor yang dicoret. M. Nabil, Wakil Ketua KONI Jatim, mengklaim kerugian mereka terbanyak dibandingkan provinsi lain.
”Tetapi yang harus dipikirkan saat ini bagaimana posisi atlet-atlet kami,” ucap Nabil kemarin. ”Soal nasi mereka. Soal income yang tiap bulan didapat dari KONI. Terlebih, bagaimana menyiapkan mental mereka. Karena puslatda yang sudah hampir tiga tahun dengan latihan setiap hari kemudian diputuskan seperti ini,” keluh dia.
Hari ini, pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan 10 cabor tersebut. Yang jelas, jika KONI Jatim sudah menerima SK resmi dari pusat, maka cabor-cabor ini harus siap dihentikan pembinaannya. Sebab, kalau tidak dipertandingkan di PON, pemerintah tidak bisa memberikan bantuan dana. Itu bisa berakibat buruk bagi regenerasi atlet ke depannya.
”Kami mengusulkan ada pembinaan yang berkesinambungan. Sehingga kami tetap bisa bina dalam bentuk latihan dan pendanaan walau tidak dipertandingkan di PON,” jelas Nabil. (guh)
Cabor yang Dicoret Dari PON XX/2020 Papua :
Balap sepeda
Tenis meja
Bridge
Gateball
Ski air
Bowling
Dansa
Petanque
Woodball
Soft tenis





