Gubernur Khofifah Pertemukan IKM dan UKM Jatim Dengan Buyer Luar   

Gubernur Khofifah Pertemukan IKM dan UKM Jatim Dengan Buyer Luar   
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

“Jadi produk UKM dan IKM kita sebaiknya diidentifikasi oleh Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) sebagai salah satu asosiasi pelaku UMKM Jatim. Apakah klasifikasinya masuk ke pasar lokal, global ataukah internasional. Karena  kebutuhan  standar dan kualitasnya juga berbeda,” katanya.

Untuk bisa masuk pasar nasional dan menembus pasar internasional, kata Khofifah, suatu produk harus memperhatikan sisi kualitas, kontinyuitas dan kuantitasnya. Selain itu aspek quality control dan trend pasar juga harus diperhatikan. Untuk itu pertemuan dengan buyer menjadi penting. Makin sering bertemu buyer makin tahu selera pasar.

“Apa yang kita anggap bagus belum tentu  bagus bagi buyer dan  pasar luar negeri. Karena standar kualitas bahan, keindahan desain dan sebagainya yang berbeda. Jadi pertemuan antar produsen serta produsen-pembeli  semacam ini sangat membantu melihat bagaimana peluang produk kerajinan kita di pasar baik dalam maupun luar negeri,” katanya.

Sebagai upaya mengembangkan produk IKM dan UKM, Pemprov Jatim melalui OPD terkait terus melakukan  pembinaan, pelatihan dan pemberdayaan serta jejaring akses pasar.

Misalnya program pengembangan produk melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kemudian pelatihan bagi para pelaku IKM dan UKM melalui Dinas Koperasi dan UMKM, serta pengkualifikasian pasar bisa melalui Biro Perekonomian.

“Harapan saya melalui pelatihan ini bapak ibu pelaku IKM dan UKM bisa mengembangkan jejaringnya sekaligus bisa membantu pemasaran produknya,” kata orang nomor satu di Jatim ini. (guh)