Kementerian Perindustrian Latih Santri Banyuwangi Berbisnis Roti

Kementerian Perindustrian Latih Santri Banyuwangi Berbisnis Roti
Kemeterian Perindustrianberi pelatihan bikin Roti

“Banyuwangi kan sudah dikenal kopinya, dan santri di sini juga sudah dikenalkan pelatihan kopi. Jadi, rasanya sangat pas perkembangan kopi diiringi pula dengan ‘teman minum kopi’, yakni roti,” kata Gati. Pelatihan ini mendatangkan koki dan praktisi pembuat roti.

Dalam kesempatan itu, juga diserahkan secara simbolis bantuan peralatan pembuat roti sebanyak 16 jenis kepada pondok pesantren. Di antaranya planetary dan spiral mixer, proofer, oven, mesin potong roti, kulkas, loyang pelengkap oven, dan bakery pan trolley.

Salah seorang peserta pelatihan, Muhyiddin (21) mengaku senang bisa mengikuti pelatihan roti ini. Berbagai teknik memasak roti bakal diajarkan dalam kelas ini. Tidak hanya membuat roti yang enak, namun pemilihan bahan yang sehat dan bergizi juga akan disampaikan.

“Cacok sekali dengan hobi memasak saya. Ilmunya akan saya gunakan dulu untuk membantu memasak di pondok, sekaligus dicoba untuk dijual di kalangan teman-teman santri. Doakan saya bisa punya warung atau rumah makan sendiri,” kata Muhyiddin.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas secara terpisah menyatakan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah pusat akan pengembangan sektor ekonomi kreatif di Banyuwangi.

“Semoga pelatihan ini bermanfaat bagi seluruh peserta. Kalau ini sukses, nantinya bisa diduplikasi oleh pesantren-pesantren lainnya. Harapan kami, program ini terus kontinyu dan bisa terus dimonitor oleh pusat sehingga akan berkelanjutan,” pungkas Anas. (yin/jam)