Selasa, 16 April 2024
29 C
Surabaya
More
    LapsusAlhamdulillah, Menjadi Tamu di Masjid Al Falah Berlin

    Laporan Transparansi Djoko Tetuko dari Jerman (7)

    Alhamdulillah, Menjadi Tamu di Masjid Al Falah Berlin

    BERLIN, JERMAN – Alhamdulillah wa syukurilah, dalam perjalanan melakukan penelitian dengan wawancara dan observasi terkait dengan Hukum Media, juga masyarakat di negara itu kepatuhan terhadap hukum seperti apa, sehingga perkembangan Emerging media sejauh mana, Allah SWT mempertemukan teman sekaligus menunjukkan bahwa ada tempat sosial dan kebudayaan, berdiri masjid di Berlin yang diprakasai warga Indonesia di Jerman.

    Alhamdulillah refleks langsung bersyukur dan memintakan kepada Allah SWT, bahwa di antara perjalanan di negara dan kota bekas komunis, yang sekarang sudah menyatu ke Negara Republik Jerman, masyarakat Indonesia di Berlin alhamdulillah mampu memanfaatkan sebuah bangunan untuk kemaslahatan umat, ada masjid, ada perpustakaan, ada toko  swalayan.

    Alhamdulillah, Menjadi Tamu di Masjid Al Falah Berlin
    Ketika berada di Masjid komplek Parlemen

    Kamis (3/10/2019) setelah menyaksikan tempat-tempat bersejarah, termasuk gedung parlemen dan kantor para anggota parlemen yang bersebelahan dan dipisah jalan, juga tempat monumen Jerman bersatu. Menyempatkan i’tikaf ke masjid Al Falah

    Oh iya, sekaligus mengoreksi kesalahan tulis edisi laporan kelima bahwa parkir 3 euro senilai Rp 5 ribu ( yang benar senilai Rp 50 rupiah ) untuk pembayaran parkir yang aman dan terjaga di Berlin Jerman termasuk wajar, apalagi nyaman dan terjaga untuk kendaraan. Maka di masjid Al Falah rasanya begitu

    Anis Abdul Kadir Al Katiri, salah satu pengurus Masjid Al Falah Berlin, teman akrab Salim Bahlamar ( Ying ), menceritakan bahwa komunitas masyarakat Indonesia di Berlin, merasa perlu dan membutuhkan tempat untuk sosial, untuk silaturrahmi, untuk ibadah, sekaligus untuk kegiatan keagamaan yang bisa menyatukan masyarakat Indonesia di luar negeri, terutama di

    “Alhamdulillah bapak-bapak sebagai tamu masjid Al Falah merupakan kebanggaan kami, bisa menunjukkan sedikit kegiatan positif untuk menjaga ukhuwah umat Islam Indonesia, di sini (Berlin, red),”

    Masuk bangunan strategis sebelah kiri kantor polisi, tertera tulisan tempat pengkajian, sosial dan kebudayaan, sebuah masjid dengan kapasitas 150 jamaah untuk sholat Jum’at, ada perpustakaan, ada swalayan atau warung kejujuran dengan jualan khas makanan Indonesia, dan setiap pembeli menulis sendiri barang yang dibeli kemudian menaruh uang di tempat yang sudah disediakan. Sebuah potret ukhuwah umat Islam dalam berbagai konteks kehidupan.

    Kami berempat Ahmad Riyadh, Zulkifli Mahri (Yopie), Ying mengagumi perjuangan dan upaya syiar Islam dari bumi

    Masjid Al Falah berdiri mulai tahun 1986 sampai 2006 dengan kuas bangunan (100 m2) di: Melanchthonstraße 23 10557

    Alhamdulillah mulai tahun  2007 berhasil diperluas menjadi bangunan dengan luas (200 m2), dan sampai sekarang menjadi pusat sosial, pengkajian dan ibadah. di: Feldzeugmeisterstraße 1 – 10557 Berlin. (jt)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan