Pantai ini juga dilengkapi food court, pusat oleh-oleh dan kuliner, serta mushola dan toilet yang didesain sangat artistik. Di pantai ini, pengunjung bisa melakukan diving, snorkling hingga menyewa perahu yang semuanya dikelola oleh pokdarwis.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, MY Bramuda menambahkan pokdarwis Pesona Bahari adalah pelopor pengelolaan destinasi wisata yang baik di Banyuwangi. Pengelolaan wisata dilakukan dengan organisasi yang terstruktur. Mereka memberdayakan masyarakat sekitar kawasan wisata untuk mengelola destinasi wisata. Seperti menyewakan perahu wisata, snorkling, diving hingga menjual oleh-oleh dan kuliner untuk wisatawan.
“Di bawah koordinasi pokdarwis, warga yang ada di sekitar kawasan GWD diberdayakan untuk menghidupkan ekonominya. Ada yang dilibatkan sebagai penjaga parkir, menjual oleh-oleh, souvenir dan kuliner,” kata Bramuda.
Dari pengelolaan tersebut lanjut dia, pokdarwis juga mampu menyetorkan pendapatan sektor wisata kepada pemerintah daerah. Tahun 2018, tercatat GWD mampu menyumbang PAD sebesar Rp 800 juta.
“Ini yang dinamakan tata kelola wisata yang baik, di saat yang sama pokdarwis mampu menghidupkan ekonomi masyarakatnya, disisi lain bisa menyumbang pendapatan kepada pemerintah,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, pokdarwis sebagai pengelola pantai akan melakukan pengembangan atraksi biota laut di kawasan tersebut. “Rencananya, di sisi utara GWD akan dikembangkan untuk mengembangbiakan terumbu karang,” pungkas Bramuda. (yin)





