KEDIRI – Sekitar 500 mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di kediri, menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Kediri, Rabu (25/9/2019) pagi. Dalam aksi ini, demonstran nyaris bentrok dengan pihak keamanan yang menjadi pagar betis gedung dewan.
Demonstran yang sejak awal melakukan orasi-orasi yang membakar semangat beberapa kali terlibat aksi dorong dengan pihak kepolisian, setelah merasa geram tidak diperbolehkan masuk ke halaman gedung DPRD Kabupaten Kediri, untuk berteduh.
Lagi, demonstran mencoba merangsek kedepan mendekat pintu gerbang dan selalu dihadang oleh sejumlah anggota kepolisan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton.
Setelah beberapa kali melakukan aksi dorong dan kedua belah pihak tidak ada yang mengalah, akhirnya Kapolres Kediri mengambil jalan tengah agar Anggota DPRD melakukan audensi di jalan. Dan, alhasil Perwakilan dari DPRD Kabupaten Kediri, Wasis, bisa berdialog mendengarkan tuuntutan para demonstran.
Dalam aksi ini, mahasiswa menuntut kedaulatan sejati untuk petani. Petani yang hidup di negara agraris, justru terbunuh oleh regulasi pro kapitalis. Beberapa tuntutan mahasiswa yakni, merumuskan peraturan daerah tentang perlindungan Undang-undang dan pemberdayaan petani. Kemudian menghentikan semua perlakuan dalam konteks kriminalisasi terhadap petani.





