Setelah itu, sambungnya, peserta akan melanjutkan dengan kompetisi bersepeda sejauh 27 kilometer. Start dari Pantai Pancur menuju Rowobendo, pintu menuju Taman Nasional Alas Purwo sejauh 13,5 kilometer. Kemudian peserta kembali lagi ke Pantai Pancur.
. Event yang telah digelar ke sembilan kalinya ini bakal digelar dalam empat etape. Rute yang ditempuh sejauh 600 kilometer.
“ITdBI telah menjadi ikon sport tourism daerah. Sekaligus salah satu event yang membuat Banyuwangi disebut sebagai kota balap sepeda di Indonesia. Ratusan pembalap sepeda profesional dari dalam, dan luar negeri, akan bertanding menjadi yang terbaik di ajang ini,” cetus Anas.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Wawan Yadmadi mengatakan ITdBI tahun ini bakal diikuti tim-tim balap sepeda berprestasi dunia. Seperti Team UKYO (Jepang), Terengganu Inc. TSG Cycling Team (Malaysia), KINAN Cycling Team (Jepang), dan Team Sapura Cycling (Malaysia). Mereka adalah tim-tim yang berprestasi dalam rangkaian 2019 UCI Asia Tour.
Team UKYO misalnya. Mereka adalah juara Tour de Tochigi, Jepang, Maret lalu. Team Sapura Cycling juga cukup berjaya tahun ini. Mereka mengirimkan pembalapnya menjadi yang terbaik pada Tour de Langkawi, dan Tour de Iskandar Johor. Sapura juga tercatat sebagai juara Tour de Singkarak 2018.
Sementara Terengganu Cycling Team berjaya pada Oita Urban Classic di Jepang, 11 Agustus lalu. Sedangkan Kinan Cycling Team yang diperkuat Thomas Lebas, adalah juara Tour de Indonesia 2019.
Bukan hanya itu, ITdBI 2019 juga diikuti oleh tim nasional Indonesia, dan beberapa negara seperti Filipina, dan Malaysia. “Ajang ITdBI ini menjadi persiapan bagi tim-tim ini untuk menambah poin menuju ajang Olimpiade 2020 di Jepang,” imbuh Wawan.
Ajang balap sepeda tahunan yang telah masuk kalender resmi federasi sepeda dunia (UCI) sejak 2012 ini akan menyajikan rute mulai dari perkotaan, persawahan, perkebunan hingga hawa pegunungan kaki Gunung Ijen. ITdBI 2019 akan mengusung tagline; ‘Bike to Life, Bike to Nature’. (jam)





