Di Upacara HUT RI, Risma Beri Izin Pemakaian Rumah Bagi Para Veteran

Di Upacara HUT RI, Risma Beri Izin Pemakaian Rumah Bagi Para Veteran

Namun begitu, Risma mengakui bahwa seringkali masih ada orang tua yang beranggapan bahwa semuanya diserahkan kepada guru-guru sekolah. Padahal kalau dihitung, anak-anak itu di sekolah hanya sekitar 8 jam, sedangkan 16 jam  lainnya mereka ada di luar sekolah. “Itu artinya, semua pihak harus bersama-sama memberikan perhatian kepada anak-anak ini,” kata dia.

Oleh karena itu, untuk membantu mengisi aktifitas anak-anak selama 16 jam itu, maka Pemkot Surabaya membangun sarana, prasarana dan program untuk menunjang perkembangan mereka. Diantaranya adalah perpustakaan, perbaikan sekolah beserta sarana dan prasarananya, lapangan olahraga, Rumah Bahasa, Rumah Matematika, Broadband Learning Center (BLC), Co Working Space Koridor, Pahlawan Ekonomi serta Pejuang Muda yang diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut. “Anak-anak bisa dijaga dan diajak ke tempat-tempat seperti itu, sehingga anak-anak Surabaya tidak ada alasan lagi untuk tidak berhasil,” kata Risma.

Oleh karena itu, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu mengajak kepada para orang tua dan semuanya untuk bersama-sama mengawasi dan membimbing anak-anak sejak usia dini, supaya mereka dapat terselamatkan dari kenakalan remaja, pergaulan bebas dan narkoba. Ia juga tidak ingin para orang tua hanya mengandalkan peran guru di sekolah untuk mendidik anak-anak, karena sepertiga waktu mereka justru ada di luar sekolah.

“Ini tantangan yang harus dihadapi bersama agar di sisa waktu mereka dapat memperoleh pembelajaran yang berguna dalam menghadapi tantangan global tersebut,” ujarnya.

Presiden UCLG ASPAC ini juga mengajak warga Surabaya untuk menciptakan lingkungan di setiap jengkal wilayah Surabaya sebagai tempat pembelajaran bagi anak-anak dan pemuda. Tempat pembelajaran ini harus selalu dijaga kualitasnya karena sebagai modal mereka menjawab tantangan dapat bersaing, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Selain kerja keras dan disiplin, yang lebih penting adalah penanaman menjaga persatuan dan kesatuan, karena hal ini dapat menjaga stabilitas dan keamanan suatu daerah. Terwujudnya kondisi ini akan memberikan sumbangsih besar dalam membangun kemajuan dan memudahkan mereka berkonsentrasi untuk mengeluarkan kreativitasnya,” tukasnya. (wt)