“Di era saat ini kita tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan manajemen, tapi kita juga harus mengoptimalkan dan memperbaiki sistem, sehingga dapat terwujud kinerja pelayanan publik yang prima,” jelas Heru.
Senada dengan Sekdaprov Jatim, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto berharap peserta PKN nantinya mampu menjadi pemimpin perubahan di tempatnya masing-masing. Apalagi mereka telah membuat proyek perubahan selama proses pembelajaran.
“Semoga ilmu yang sudah didapat saat mengikuti PKN dapat diaplikasikan saat kembali ke instansi masing-masing,” katanya.
Menurutnya, suatu perubahan tidak bisa dilakukan bila tidak tahu masalah yang ada di organisasinya. Untuk itu sebagai pemimpin, seseorang harus mampu memetakan masalah dan kemudian menyelesaikannya dengan cara inovatif.
“Ke depan saya berharap tidak ada lagi pemimpin publik yang tidak melakukan perubahan apalagi era saat ini menuntut kita terus berubah sehingga mampu mengatasi tantangan global. Selain itu sebagai pemimpin kita harus memberikan ruang bagi ASN muda dan para CPNS untuk berkontribusi sehingga reformasi birokrasi kita bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Peserta pelatihan kepemimpinan tingkat II Angkatan V Tahun 2019 ini berjumlah 60 orang. Peserta tersebut berasal dari berbagai instansi seperti Kejaksaan RI, Mahkamah Agung, Badan Pusat Statistik dari Provinsi Jatim dan Provinsi Maluku.(fir/min)