Mengacu pada data tersebut, Vivi Yulaswati didukung oleh Gubernur Khofifah pun berharap agar Pemprov Jatim lebih fokus pada tiga aspek penting. Yakni soal sanitasi, ketersediaan air minum dan pendidikan. Salah satu langkahnya adalah dengan melakukan penangan pemetaan wilayah-wilayah darurat kekeringan serta persoalan Mandi Cuci Kakus (MCK).
Sehingga, selain memperbaiki sanitasi dan ketersediaan air minum, juga sebagai pencegahan penyebaran virus Hepatitis A yang melanda beberapa wilayah di Jawa Timur.
“Sebelumnya saya sudah meminta kepada OPD terkait, yang dibantu juga oleh TNI untuk fokus pembangunan jamban berbasis rumah tangga,” timpal Gubernur Khofifah..
Bahkan dirinya menjelaskan, untuk meningkatkan kesadaran pendidikan, mantan Menteri Sosial RI era Kabinet Kerja Presiden Jokowi ini merasa bahwa pembinaan secara langsung harus dilakukan. Termasuk perlunya sebuah pendampingan langsung kepada masyarakat untuk menemukan masalah utama atas rendahnya minat belajar di beberapa daerah .
Gubernur juga menyampaikan bahwa diperlukan adanya pendekatan kepada pemerintah daerah dan elemen masyarakat secara bersama- sama agar bisa memberikan pemahaman akan pentingnya pendidikan dan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.
“Kita harus bisa cari cara yg lebih komprehensif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat serta pentingnya pendidikan bagi putera puterinya,” pungkas orang nomor satu di Jatim ini.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Konjen Australia Paul Zeccola, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden yang juga sekretaris eksekutif TNP2K Bambang Widianto . (min)