Sedekah Posting Menyebarkan Kebaikan di Dunia Maya

Sedekah Posting Menyebarkan Kebaikan di Dunia Maya
Kolaborasi Society 5.0 ini salah satunya menghasilkan gerakan 'sedekah posting' melalui label Invest yang diluncurkan oleh UNICEF, dimana gerakan ini ditujukan untuk filantrofis dan generasi muda millennial yang ingin berperan aktif dalam mengampanyekan hak-hak anak melalui media sosial.

“Manfaat besarnya dalam jangka panjang bisa menumbuhkan literasi kritis sekaligus kepedulian pada anak,” ujarnya.

Ia melanjutkan, banyak pihak memahami sebaran postingan hoax  merusak banyak sendiri informasi yang diperoleh anak-anak. Sehingga dibutuhkan counter diacourse yang bisa berperan. “Saya melihat sedekah posting ini bisa menjadi counter diacourse itu,” sambungnya.

Bagong sendiri memahami kalau kepekaan anak milenial pada isu-isu anak memang memudar. Sehingga diperlukan ruang besar bagi mereka untuk dirintis kembali kepedulian itu. Termasuk juga peran anak milenial yang bisa menjadi motor pencegah kekerasan anak.

“Media sosial memberikan porsi lebih untuk anak berekspresi. Mereka menjadi mengerti kalau ada gerakan baik, melalui sedekah posting yang bisa terus mereka lambungkan,” ucapnya.

Direktur Eksekutif Komunikonten (Institut Media Sosial dan Komunikasi) Hariqo Wibawa Satria melihat gerakan sedekah konten yang digagas oleh kelompok muda Surabaya dapat menjadi batu ujian. Pasalnya, selama ini di beberapa belahan lain di dunia, gerakan like maupun share sebuah konten di media sosial dianggap tidak memberikan dampak signifikan terhadap gerakan penyelamatan anak.

“Ini sebuah ide menarik, meskipun untuk skala individu maupun perusahaan sebenarnya sudah ada yang melakukan di Indonesia. Tapi ini baru untuk skala gerakan sosial kemanusiaan,” ungkapnya.

Sedekah posting ini juga dianggap akan mampu memberikan pelajaran kepada generasi saat ini, bahwa apapun posting positif yang mereka share di media sosial, akan langsung menimbulkan dampak. Sehingga tidak hanya yang bersifat materi saja.

“Semua hal yang dilakukan itu perlu pijakan awal. Nah, terhadap generasi muda saat ini, landing patch-nya di awal bisa berupa sedekah konten ini. Baru setelah terbentuk pemahaman bersama, akan dilakukan aksi lapangan,” jelasnya.

Sebelumnya, UNICEF bersama kelompok muda kreatif di Kota Pahlawan  membuat gebrakan baru dengan memperkenalkan gerakan Invest dalam merespon era Society 5.0. Mereka meluncurkan gerakan sedekah posting di media sosial untuk menebar jala kebaikan.

Kepala Perwakilan UNICEF Pulau Jawa Arie Rukmantara menuturkan, gerakan sedekah posting ini hasil perenungan UNICEF bersama kelompok-kelompok muda kreatif di Kota Surabaya seperti @ExploreSurabaya, Jasa Cipta Kreasi (JCK) Enterprise, dan GoodNewsfromIndonesia. Dengan sedekah posting dari generasi milenial ini, semua masyarakat diajak untuk berkontribusi dalam gerakan investasi pada anak.

Gerakan ini untuk mengakomodir para filantrofis muda dan generasi milenial yang ingin ikut berkontribusi langsung menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia. Mereka bisa berkontribusi dengan cara paling sederhana, menyisihkan sedikit waktu memposting konten-konten kampanye positif tentang anak-anak Indonesia. Seperti misalnya #StopBullying, #ImunisasiBisa, #SayangiAnakIndonesia. Atau bisa juga posting foto-foto yang mengabarkan kondisi anak-anak di sekitar lingkungan yang butuh perhatian dengan segera. (wt)