Kepala Bagian Umum dan Pemasaran RSUD Tarakan Reggy S Sobari mengatakan beberapa korban bentrok antara massa dengan aparat keamanan mengalami luka akibat peluru karet.
“Ada beberapa korban yang membawa peluru karet itu saat dibawa ke RSUD Tarakan. Ada beberapa yang kami bantu mengeluarkan peluru karet itu dari tubuhnya,” ungkapnya.
Reggy mengatakan tidak ada korban yang terluka akibat peluru tajam. Beberapa korban yang sudah diperbolehkan pulang malah meminta proyektil peluru karet yang mengenai tubuhnya untuk dibawa.
Dari jumlah tersebut, menurut Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang datang untuk menjenguk, sebanyak 140 korban di RSUD Tarakan sudah diperbolehkan pulang.
“Ada dua orang yang meninggal. Itu tadi pagi, bernama Adam (17) dan Widianto (18). Kemudian, ada 17 orang yang dirawat inap, perlu perhatian khusus. Yang 140 orang sudah pulang,” jelasnya.
Kehadiran Fadli ke RSUD Tarakan itu merupakan bagian dari tugas pengawasan DPR untuk pendataan jumlah korban bentrok.
Sementara itu, korban bentrokan yang tercatat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mencapai 24 orang yang hampir semuanya mengalami sesak nafas karena menghirup gas air mata.
Beberapa korban bentrokan bahkan harus dibawa ke ruang dekontaminasi agar tidak membawa residu gas air mata ke dalam ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Sebagai antisipasi, pihak RSCM juga menyediakan sebuah tenda khusus untuk merawat korban bentrokan.
Pada saat yang sama, Rumah Sakit Budi Kemuliaan juga tercatat telah menerima sebanyak 177 korban terluka ringan maupun berat.
Terpantau Aman
Meski massa bergerak mundur sambil membakar warung sate dan pos polisi di persimpangan Jalan Wahid Hasyim menuju Jalan H Agus Salim, suasana mulai terkendali pada Kamis (23/5) Pukul 01.00 WIB.
Kondisi mulai berangsur pulih di sekitar wilayah Thamrin seiring dengan upaya gigih aparat keamanan yang terus menerus menembakkan gas air mata.
Kepala Satuan (Kasat) Binmas Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Syarif Hidayat ikut memastikan situasi di depan bundaran Hotel Indonesia (HI) telah aman terkendali.
“Silahkan dilihat langsung sejak kemarin massa hanya terkonsentrasi di depan Gedung Bawaslu saja. Tidak sampai ke sini,” ujarnya.
Puluhan personel polisi anti huru-hara yang dikerahkan di kawasan bundaran HI pun sudah tampak beristirahat setelah pembubaran massa aksi demonstrasi di depan Kantor Bawaslu.
Meski demikian, menurut Syarif, polisi tetap akan bersiaga di ruas jalan mengantisipasi adanya situasi tak diduga.
Lokasi lainnya di Jakarta juga terpantau aman, termasuk di berbagai tempat wisata, salah satunya kawasan Kota Tua yang selalu ramai dikunjungi masyarakat.
Kepala Unit Pelaksana Kerja (UPK) Kota Tua Jakarta Norviadi S Husodo memastikan lokasi wisata Kota Tua aman dikunjungi meski ricuh unjukrasa berlangsung.
“Kalau di area Taman Fatahillah bisa dikatakan cukup kondusif, karena malam hari masih ada yang datang ke sana, teman komunitas juga beraktivitas,” ujar Norviadi.
Terkait pengamanan, Kota Tua mendapat dukungan keamanan 50 personel TNI dan 100 personel Polri khusus di area Taman Fatahillah.
Wilayah sekitar Glodok hingga Kota Tua telah mendapatkan penebalan personel keamanan sebanyak 1.100 orang untuk membatasi pendemo melewati kawasan Kota Tua.
Secara keseluruhan, wilayah lain di Jakarta sepanjang Rabu juga terpantau aman, meski kondisi lalu lintas di berbagai ruas utama tidak seramai biasanya. (sam)





