Berdasarkan data dari PB PASI yang dipantau media dari Jakarta, Selasa (23/4) dini hari, Zohri pada partai final mampu membukukan catatan waktu 10.13 detik atau lebih cepat dari pencapaian di babak semifinal yaitu 10.15 detik. Adapun rekornas sebelumnya adalah 10.17 detik.

Zohri pada babak final berada di line 3 menjalani start dengan cukup bagus dibandingkan sebelumnya. Bahkan juara dunia junior 2018 mampu memimpin meski akhirnya disalip sprinter Jepang yang berikutnya meraih emas, Yoshihide Kiryu dengan waktu 10.10 detik. Untuk posisi tiga direbut pelari China, Zhiqiang Wu dengak 10.18 detik.

Dalam keterangannya seusai berlomba, Lalu Zohri memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, dan mengucapkan terimakasih atas dukungan rakyat Indonesia khususnya PB PASI . Menurutnya, meski memimpin hingga 10 meter terakhir, dirinya sempat melambat karena kehilangan konsentrasi setelah memikirkan pesaingnya.

“Iya saya sempat hilang konsentrasi , memikirkan saingan-saingan saya,” kata Lalu Zohri dalam keterangan resminya.