“Lewat sholawat Asyghil tersebut bertujuan untuk memohonkan sholawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW , keluarga dan sahabatnya, sholawat ini bertujuan meminta kepada Allah agar kita diselamatkan dari kejahatan orang-orang yang zalim,” imbuhnya.
Ketua Muslimat Jawa Timur Masruroh Wahid dalam sambutannya sebagai wakil dari alumni Khodijah sekaligus murid dari KH. Abdul Wahab Turcham Pendiri di taman pendidikan Khodijah mengatakan, bahwa dahulu beliau mendirikan sekolah pada awalnya hanya memilih santri santri perempuan.
Dalam kenangannya, KH. Abdul Wahab Turcham bercita cita agar perempuan yang ada di Jatim dapat menjadi pemimpin bangsa dan guru guru terbaik dari anaknya sekaligus masyarakat. Karena, banyak pendapat setinggi apapun peran perempuan akan kembali lagi ke dapur. Maka, pak kiai berkomitmen untuk memberikan perhatian terhadap pendidikan perempuan setinggi-tingginya.
“Ada pepatah mengatakan, bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi karena nantinya akan kembali ke dapur.
Namun KH. abdul Wahab Turcham ingin ada anak anak perempuan menjadi pemimpin bangsa. Dan Allhamdulillah, saat ini lulusan dari Khodijah ada yang bisa menjadi pemimpin bangsa salah satunya seperti Ibu Khofifah yang pernah menjabat sebagai menteri dan saat ini menjadi Gubernur Jatim,” tegasnya. (min)