“Bahkan, dua hari ini saja, ada tambahan pesanan dalam negeri mencapai 1 ton. Dari Surabaya 400 kg, Tangerang, Lumajang 100 kg, Malang 60 kg, Jember, 400 kg, Bekasi 75 kg, Balikpapan 100 kg,” ujarnya.
Di luar pesanan itu, tiap bulan mereka mengirim hingga 30 ton per bulan ke produsen makanan nasional. “Terima kasih ke Pemkab Banyuwangi dan BI, karena tanpa pendampingan tentu tidak bisa sejauh ini perkembangannya,” imbuh Samanhudi.
Saat ini, lanjut Anas, pengembangan beras organik dilakukan di 9 kecamatan seluas 81,49 hektar dengan produksi 515,5 ton per tahun. Sebanyak tujuh kecamatan telah mendapatkan sertifikat pertanian organik Standar Nasional Indonesia (SNI). Tahun ini dua kecamatan dalam proses SNI.
”Tahun depan dengan APBD, kita targetkan kembangkan hingga 200 hektar padi organik bersama petani. Kelompok-kelompok tani terus dilatih masuk ke pertanian organik, karena keuntungan lebih besar dengan permintaan ekspor yang tinggi,” ujarnya. (jam)





