” Meningkatnya kesadaran masyarakat berasuransi merupakan salah satu indikasi pemahaman masyarakat terhadap perencanaan keuangan” tutupnya.
Ditempat yang sama, Kepala OJK Kediri, Slamet Wibowo, menjabarkan, kegiatan literasi keuangan kepada guru ekonomi yang diselenggarakan Bhinneka Life di Kediri sangat bermanfaat.
” Anak-anak kita yang merupakan generasi milenial sangat perlu mengetahui perencanaan keuangan, terlebih di tengah kompetisi global dan inovasi produk dan jasa keuangan yang berkembang pesat. Dan, peran Guru memiliki peran sangat panting dalam memberi pemahaman sejak dini kepada murid” kata Slamet Wibowo.
Dirinya berharap, dengan memiliki literasi perencanaan keuangan, masyarakat mampu mengelola keuangan dengan baik. Sehingga, masa depan anak- anak menjadi lebih terjamin.
” Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa hingga tahun 2017, indeks literasi asuransi di Indonesia baru mencapai 15,76 %, turun dari survei tahun 2013 yang berada pada angka 17,84 %. Rendahnya tingkat literasi ini berdampak kepada masih banyaknya penduduk Indonesia yang tidak terlindungi asuransi” pungkasnya.
Sekedar diketahui, berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dari total penduduk Indonesia sekitar 255 juta jiwa, baru sekitar 7,5 % masyarakat yang memiliki asuransi.(bud)





