Kamis, 18 April 2024
31 C
Surabaya
More
    Pembinaan Buruk, PBSI Jatim Yakin Emas PON 2020

    Pembinaan Buruk, PBSI Jatim Yakin Emas PON 2020

    Surabaya – Buruknya pembinaan dan prestasi di Jatim tak membuat Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jatim sadar. Induk organisasi bulutangkis Jatim itu berani sesumbar untuk meraih medali emas di PON XX di Papua pada 2020 mendatang.

    Salah satu atlet andalannya yakni tunggal putri Sri Fatmawati. Pemain kelahiran Probolinggo yang baru saja meraih juara di Sirkuit Nasional (Sirnas) seri terakhir di Surabaya, Sabtu (25/11), diharapkan meraih prestasi puncak di PON yang digelar di tanah Papua tersebut.

    “Sri Fatmawati sudah kita gadang-gadang untuk memenuhi target satu medali emas di PON 2020 nanti. Saya yakin, dia akan menunjukkan prestasi terbaik dua tahun mendatang,” ujar Ketua Umum Pengprov PBSI Jatim Wijanarko Adi Mulya.

    Diakuinya, Sri yang bergabung dengan klub besar PB Jaya Raya Jakarta menjadi keuntungan buat dirinya maupun Jatim. Sebab, dia akan banyak mendapat jam terbang dengan tampil di turnamen besar baik di dalam maupun luar negeri. “Sri butuh jam terbang untuk mematangkan persiapan. Sebab, jika tidak memiliki pengalaman yang banyak akan berdampak pada mental bertanding,” kilahnya.

    Apalagi jika melihat grafik permainan pemain tunggal putri itu, Wijanarko optimis PBSI Jatim mampu menebus kegagalan meraih medali emas di PON XIX yang digelar di Jabar, 2016 lalu. Saat itu, Jatim gagal menyumbang medali, karena kalah bersaing dengan daerah lainnya. “Baru-baru ini, Sri mampu menjuarai Bahrain Open dengan mengalahan pebulutangkis putri India. Ini menunjukkan kelasnya sudah internasional. Karena itu, kita lihat bagaimana prestasinya di Kejurnas yang digelar Desember mendatang,” ujar Wakil Sekjen PP PBSI ini.

    Dalam Sirnas Premiere di GOR Sudirman, Sabtu (25/11) lalu, Sri Fatmawati menghentikan upaya atlet berjuluk “Ratu Sirnas” Hanna Ramadini meraih gelar juara keenamnya di turnamen seri Sirkuit Nasional (Sirnas) 2018.

    Disaksikan ratusan penonton, pebulu tangkis kelahiran Probolinggo tersebut menang atas Hanna yang berasal dari klub Mutiara Cardinal Bandung, dengan angka 13-21, 21-18 dan 21-17. “Tidak menyangka sampai juara meski sebenarnya saya tidak diunggulkan. Sebelumnya juga sempat ingin melawan dan mengalahkan Kak Hanna,” ucapnya.

    Seperti diketahui, PP PBSI hanya memberi jatah khusus bagi empat provinsi untuk langsung bertanding di PON 020. Menurut Ketua Bidang Turnamen dan Perwasitan PP PBSI, Eddiyanto Sabarudin Empat daerah yang otomatis berlaga di PON XX/2020 adalah Papua (tuan rumah), DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Daerah lainnya termasuk Jatim harus mengikuti babak prakualifikasi di tujuh nomor yakni tunggal putra/putri, ganda putra/putri, beregu putra/putri dan ganda campuran.

    Icuk Sugiarto, mantan juara dunia bulu tangkis menginformasikan parameter empat daerah ini mendapat jalur khusus, selain tuan rumah, juga adalah peraih medali emas di PON XIX/Jawa Barat. Selain itu ketiga daerah ini adalah penyumbang atlet pelatnas terbanyak. “Jadi tiga daerah mendapat keistimewaan, sebab memiliki atlet paling banyak yakni 5 di Pelatnas,” ungkap Icuk.
    
    Sisa jatah ke PON akan diperebutkan 12 daerah pada babak Pra kualfikasi PON. PP PBSI akan membagi menjadi Sumatera zona 1 dan 2. Zona Jawa (Yogjakarta, Jawa Timur dan Banten). Kemudian zona Kalimantan dan zona Sulawesi. Serta zona Indonesia Timur masing-masing Bali, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat. (nov)

    Editor : Nakula

    Redaktur : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan