Sabtu, 13 April 2024
30 C
Surabaya
More
    Jawa TimurLamonganBuntut Dari Pernyataan Prabowo, Tukang Ojek Lamongan Demo Tuntut Prabowo Minta maaf

    Buntut Dari Pernyataan Prabowo, Tukang Ojek Lamongan Demo Tuntut Prabowo Minta maaf

    LAMONGAN – Puluhan tukang ojek yang tergabung dalam komunitas ojek online maupun ojek pangkalan yang ada di Lamongan, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan Sunan Drajad,
    Senin (26/11/2018).

    Mereka menuntut, calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto, meminta maaf atas pernyaatanya yang mendiskreditkan tukang ojek.

    Aksi unjuk rasa ini, diawali dengan melakukan konvoi sepeda motor, dari Jalan Kisarmidi Mangunsarkoro, tepatnya didepan kantor Dinas Kesehatan Lamongan.

    Puluhan Tukang ojek Lamongan saat unjuk rasa depan kantor Bawaslu Kabupaten Lamongan
    Puluhan Tukang ojek Lamongan saat unjuk rasa depan kantor Bawaslu Kabupaten Lamongan

    “Kami menuntut bapak Probowo untuk mencabut pernyataanya, sekaligus meminta maaf. Jangan jadikan kami sebagai komoditas politik,” kata Kastum orator aksi.

    Pengunjuk rasa menilai, pernyataan Prabowo tersebut telah merendahkan profesi tukang ojek. Padahal di era saat ini, perkerjaan ojek online sangat membantu dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

    Kastum orator aksi, menyampaikan beberapa tuntutan dalam aksi, yang diklaim mewakili komunitas ojek online dan ojek pangkalan Lamongan, diantaranya pertama meminta Prabowo mencabut pernyataan yang dinilai merendahkan profesi tukang ojek.

    Kedua Prabowo diminta mengklarifikasi pernyataan secara terbuka. Dan ketiga menuntut Prabowo untuk meminta maaf
    kepada para pihak yang telah direndahkannya.

    “Kami hanya menuntut pada Pak Prabowo, untuk meluruskan kata – katanya tersebut, karena kami menilai telah merendahkan kami, selaku tukang ojek,”pintanya.

    Setelah melakukan orasi hampir satu jam didepan kantor Bawaslu, para tukang ojek melanjutkan aksinya, dengan konvoi keliling menyusui jalan kota Lamongan.

    Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, Komisioner Bawaslu Kabupaten Lamongan, Miftakul Badar, mengatakan, menghargai aspirasi yang telah disampaikan oleh para tukang ojek online maupun pangkalan tersebut. Namun pihaknya tidak mempunyai kewenangan tentang pengaduan itu, karena bukan merupakan pelanggaran pemilu.

    “Kalau terkait aspirasi yang disampaikan oleh para tukang ojek tadi. Itu bukan persoalan pelanggaran pemilu. Tetapi tetap kami hargai dan tindaklanjuti. Akan kami sampaikan secara berjenjang, ke Bawaslu Provinsi. Dan sepertinya ini bukan saja isu lokal tapi sudah nasional,” tegasnya. (rin/bis).

    Editor : Sabarudin

    Redaktur : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan