Kamis, 18 April 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurLamonganLamongan Berduka Pengasuh dan Pendiri Pondok Pesantren Tanfirul Ghoyyi Wafat

    Lamongan Berduka Pengasuh dan Pendiri Pondok Pesantren Tanfirul Ghoyyi Wafat

    Lamongan – Kabar duka menyelimuti kota Lamongan, KH. Su’udy Karim, Pengasuh dan Pendiri Pondok Pesantren Tanfirul Ghoyyi Lamongan yang juga pernah menjabat Syuriah PCNU Lamongan wafat di usia yang ke 73. Selasa (13/11/18) Pukul 14.45

    Ikut serta mengiringi jenazah Almarhum, mulai dari KH. Abdul Aziz Khoiri, KH. Masnur Arif, KH. Abdussalam, KH. Mas’ud Al Mujnar, KH. Muhaimin, KH. Samsul Anam, KH. Hamid, Habib Husen Al Haddad, Jajaran Pengurus PCNU Lamongan dan Babat, dan Bupati Lamongan H. Fadeli, SH beserta jajaran muspida, dan muspika hadir diantara ribuan pelayat lain, yang menghantarkan kepergian Almarhum.

    Bupati Lamongan H. Fadeli mewakili keluarga almarhum menyatakan masyarakat Lamongan kehilangan sosok kiai yang kharismatik, sesepuh kita, yang selama ini menjadi tauladan yang wafat di usianya yang ke-73 tahun tersebut. Hal serupa juga disampaikan KH. Abdul Aziz Khoiri saat usai melaksanakan sholat Jenazah di Masjid Agung Lamongan.

    Sebelum diberangkatkan, almarhum di sholatkan di Masjid Agung Lamongan
    Sebelum diberangkatkan, almarhum di sholatkan di Masjid Agung Lamongan

    “Beliau adalah teman akrab saya yang berasal dari Malang dan sudah puluhan tahun tinggal di Lamongan, kiai yang khidmahnya di NU tak diragukan lagi, beliau juga menjadi Dewan Nadzir Masjid Agung Lamongan, Dewan Penasehat MUI Lamongan serta menjadi Dewan Nadzir di MTS Putra-Putri dan MA Pembangunan Lamongan sampai sekarang, hidupnya sangat sederhana dan amanah, hingga beliau menghadap Allah Swt,” tutur KH. Abdul Aziz Khoiri.

    Karangan bunga sebagai tanda turut beruda cita datang dari berbagai kalangan termasuk dari H. Fadeli selaku Bupati Lamongan
    Karangan bunga sebagai tanda turut beruda cita datang dari berbagai kalangan termasuk dari H. Fadeli selaku Bupati Lamongan

    Sementara itu Ustadz Zaim Fahmi, selaku ketua Alumni Pondok Pesantren Tanfirul Ghoyyi Lamongan menambahkan “Mautul ‘alim, mautul alam. Wafatnya orang alim, itu matinya alam. Kita kehilangan kyai yang Alim dan Ahli Fiqh,” tuturnya.

    Jenazah Almarhum di makamkan di area pemakaman keluarga yang bersebelahan dengan pemakaman warga lingkungan Groyok.

    KH. Suudy Karim merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tanfirul Ghoyyi Lamongan atau yang sering disebut dengan Pondok Groyok, Pesantren yang didirikan Tahun 1981 an ini telah menghasilkan ribuan alumni dari berbagai penjuru kota dan kabupaten, kebanyakan dari mereka adalah Hufadh atau Hafal Al Qur’an 30 Juz, sehingga telah banyak santri santrinya yang kini juga menjadi kyai-Kyai di kampungnya. Beliau meninggalkan seorang istri dan 8 putra putrinya, yang kini semua telah siap melanjutkan perjuangan orang tuanya. (rin/bis).

    Foto almarhum KH. Su'udy Karim semasa hidupnya
    Foto almarhum KH. Su’udy Karim semasa hidupnya

    Editor : Sabarudin

    Redaktur : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan